
Bupati: Gotong royong memperkuat nilai luhur-infrastruktur Gunungkidul

Yogyakarta (ANTARA) - Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan program gotong royong "Warga Gayeng Guyub" yang digalakkan di setiap kelurahan bertujuan untuk memperkuat infrastruktur pembangunan daerah sekaligus nilai luhur masyarakat.
"Semangat gotong royong harus dipertahankan demi kemajuan daerah Gunungkidul," kata Endah dalam keterangannya di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis.
Program gotong royong, lanjut dia, merupakan perwujudan dari visi misi untuk menciptakan warga yang guyub.
Ia mengatakan kunjungannya langsung ke lapangan sengaja dilakukan untuk melihat program berjalan tepat sasaran sekaligus mendengar kesulitan warga.
"Jika saya hanya diam di kantor kabupaten, saya tidak akan tahu apakah warga saya lapar, apakah hasil panennya bagus, atau apakah jalannya rusak," katanya.
Selain itu, ia menilai program gotong royong juga selaras dengan arahan Presiden mengenai revitalisasi wilayah dan perlindungan lingkungan dari bencana banjir serta longsor.
"Harapannya, pembangunan infrastruktur ini dapat membawa berkah, mempermudah akses ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan lahir batin bagi seluruh masyarakat," kata Endah.
Panewu Nglipar Sugito menambahkan bahwa kegiatan gotong royong merupakan prioritas utama yang bertujuan untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai luhur kebersamaan di tengah masyarakat melalui pancingan swadaya.
"Ada tujuh kelurahan di Kecamatan Nglipar yang secara serentak melaksanakan pembangunan fisik melalui skema gotong royong ini," kata Sugito.
Misalnya di Kelurahan Pilangrejo, lanjut dia, telah dilakukan pengecoran jalan sepanjang kurang lebih 112 meter dengan lebar tiga meter dan tebal 10 cm di Padukuhan Ngangkruk.
Selain itu, pembangunan juga ada di Kelurahan Natah, Kedungpoh, Pengkol, dan masih banyak lagi.
"Apresiasi kepada aparat keamanan, terutama Danramil Nglipar atas dedikasinya mengawasi pembangunan jembatan hingga malam hari agar selesai tepat waktu," katanya.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
