
Kunjungan lintas sektor perkuat dukungan program Sekolah Rakyat

Yogyakarta (ANTARA) - Kunjungan lintas sektor yang melibatkan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah berhasil memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Andre Notohamijoyo mengatakan kolaborasi antarpihak menjadi kunci utama dalam memastikan program pengentasan kemiskinan tersebut dapat berjalan optimal di daerah.
Andre menjelaskan kunjungan lapangan yang dipimpin oleh Setia Budi, selaku fasilitator tersebut bertujuan untuk memantau perkembangan, mengidentifikasi kebutuhan peserta didik, serta memastikan seluruh layanan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu berjalan secara efektif.
Kegiatan itu dikemas dalam Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) bagi peserta Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) yang berlangsung di Kulon Progo pada 4-8 Agustus 2026.
Rombongan peserta terdiri atas para pejabat pimpinan tinggi pratama dari berbagai kementerian/lembaga dan pemerintah daerah di antaranya, Kemenko PMK, Kementerian Sosial, Kementerian Ketenagakerjaan, Kejaksaan Agung, LKPP, BPK, KPK, LKPP, Perpusnas, Sekretariat DPR, Pemprov Kepulauan Riau, Pemprov Jambi, Pemkab Tanah Bumbu dan Pemkab Kepahiang.
Andre menjelaskan semangat kolaborasi lintas sektor ini sejalan dengan arahan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Melalui instruksi tersebut, lanjut Andre, kementerian/lembaga dan pemerintah daerah didorong untuk memperkuat koordinasi, dukungan, pemantauan, serta memastikan program-program pengentasan kemiskinan dapat berjalan secara optimal salah satunya melalui kunjungan lapangan.
Baca juga: Kolaborasi lintas-sektor jaga ketahanan pangan, air, dan energi Kulon Progo
Baca juga: Wamenkraf: Kolaborasi lintas sektor dorong pertumbuhan ekonomi
Ia menegaskan penyelesaian persoalan pembangunan yang kompleks di daerah membutuhkan pendekatan kepemimpinan yang adaptif, berbasis data, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Pada kunjungan ke Sekolah Rakyat, menunjukkan pentingnya kepemimpinan adaptif, kolaboratif, dan berbasis data dalam menghadapi persoalan pembangunan yang kompleks, dan sinergi yang dibangun tidak hanya terbatas pada instansi pemerintah, tetapi juga menggandeng perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, hingga media massa.
Melalui peninjauan langsung, berbagai isu strategis di Kulon Progo seperti keterkaitan antara ketahanan pangan, ketersediaan air, dan pengembangan ekonomi masyarakat dapat teridentifikasi secara komprehensif.
Hasil dari kunjungan menjadi bahan evaluasi bersama dalam memperkuat koordinasi, mempercepat penyelesaian berbagai kendala, serta memastikan layanan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan peserta didik.
Andre berharap komitmen dan sinergi berkelanjutan ini dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, sehingga tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Pewarta : N008
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
