Jogja (ANTARA Jogja) - Sebanyak 32 siswa Lembaga Pendidikan Keterampilan Indocrew Yogyakarta mengikuti program "on the job training" atau praktik kerja nyata dan magang di beberapa hotel berbintang di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

"`On the job training ` (OJT) dibutuhkan untuk menambah pengalaman dalam menghadapi dunia kerja yang nyata, melihat, dan mengetahui secara langsung fasilitas dan kegiatan yang ada di lapangan, serta mempraktikkan teori yang diperoleh," kata Direktur LPK Indocrew Natalina Primawati di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, LPK Indocrew sebagai salah satu lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga terampil di bidang perhotelan dan kapal pesiar mewajibkan mahasiswanya untuk melaksanakan OJT di hotel bintang tiga hingga lima, sesuai dengan jurusan masing-masing.

"Syarat mutlak untuk bisa menjadi kru kapal pesiar adalah memiliki sertifikat OJT minimal enam bulan. Bahkan beberapa agen kapal pesiar juga mensyaratkan magang untuk bisa mengikuti seleksi menjadi kru kapal pesiar internasional," katanya.

Ia mengatakan OJT untuk membiasakan anak kerja dengan situasi yang sesungguhnya, baik tempat, jam maupun peralatan kerja yang sesungguhnya, serta untuk melatih fisik dan mental siswa sebelum bekerja di kapal pesiar internasional.

"Kapal pesiar internasional itu hotel apung di tengah laut. Berlayar keliling dunia singgah dari kota satu ke kota lain, dari pelabuhan satu ke pelabuhan lain di berbagai negara Eropa, Amerika, Afrika, Asia, dan Australia," katanya.

Menurut dia, kapal pesiar tersebut fasilitasnya serba mewah, peralatannya canggih, maju, dan modern, karena kapasitasnya lebih besar dibandingkan dengan hotel darat di Indonesia. Hotel bintang tiga atau lima di Indonesia peralatannya masih sederhana.

"Pekerjaan kru kapal pesiar pada hakikatnya sama dengan pekerjaan hotel bintang tiga atau lima di darat," katanya.

Ia mengatakan manfaat lain dari OJT adalah untuk mengukur tingkat kemampuan siswa dalam menerima, menerapkan, dan mengembangkan teori yang didapat pada lembaga pendidikan.

"OJT menjadikan siswa lebih fleksibel dalam menghadapi pekerjaan dengan cara dan standar yang berbeda karena setiap hotel memiliki caranya masing-masing dalam memberikan pelayanan kepada tamu," katanya.

Menurut dia, magang tidak jauh beda dengan OJT. Magang adalah pelatihan kerja, tetapi sudah mendapatkan uang lelah, sehingga menstimulasi siswa.

"Magang sangat mendukung pengalaman. Kombinasi OJT dan magang akan jauh dipertimbangkan jika melamar kerja di kapal pesiar," katanya.

Siswa LPK Indocrew itu mengikuti OJT dan magang di Hotel Kresna (Wonosobo), Grand Artos Aerowisata, Aman Jiwo (Magelang), Kusuma Sahid, Lor Inn (Solo), Phoenix, Grand Quality, Novotel, Royal Ambarukmo, Sheraton Mustika, Hyatt Regency, Grand Palace, Melia Purosani (Yogyakarta).

(B015)