Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Dinas Kelautan, Perikanan, dan Kelautan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengusulkan 447 nelayan di daerah itu memperoleh bantuan berupa sembilan bahan kebutuhan pokok selama tidak melaut akibat tingginya gelombang sejak sepekan terakhir.

"Kami sudah mengusulkan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mengajukan permohonan bantuan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), agar nelayan Kulon Progo memperoleh bantuan bahan kebutuhan pokok selama tidak melaut, atau saat krisis ikan," kata Sekretaris Dinas Kelautan, Perikanan dan Kelautan (Dinas Kepenak) Kulon Progo Sudarna, Jumat.

Bantuan kepada para nelayan itu, kata dia, berupa beras 10 kilogram per bulan untuk satu nelayan.

Selain itu, nelayan mendapatkan bantuan penguatan modal untuk melaut.

"Kami mengimbau kepada nelayan, saat kondisi krisis ikan dan gelombang tinggi, untuk terus melakukan aktivitas ekonomi supaya kebutuhan pokok keluarga dapat terpenuhi. Kami mengupayakan, selain mendapat bantuan beras, nelayan mendapatkan bantuan lain seperti peralatan tangkap lengkap," kata dia.

Kasi Rehabilitasi dan Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Eko Susanto mengatakan pihaknya belum mendapatkan laporan jumlah nelayan Kulon Progo yang terkena dampak dari tinggi gelombang laut dan angin kencang sehingga mereka tidak melaut. BPBD tidak bisa mengambil langkah yang menjadi tugas pokok dinas lain.

"Kami menunggu laporan dari Dinas Kepenak. Jika nelayan Kulon Progo membutuhkan bantuan, kami akan mengkoordinasikan ke Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakretras) untuk segera memberikan bantuan logistik berupa kebutuhan pokok," kata Eko.

Anggota Kelompok Nelayan Bogowonto Congot, Sariman mengharapkan Dinas Kepenak segera memberikan bantuan kebutuhan pokok kepada nelayan.

Nelayan sudah satu minggu lebih tidak melaut karena gelombang laut yang tinggi dan angin kencang. Saat ini, tinggi gelombang laut masih berkisar empat hingga lima meter yang disertai dengan angin kencang.

"Kami berharap ada bantuan untuk nelayan. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, kami mengumpulkan kayu bakar dari sampah yang berserakan disekitaran pantai. Hasil yang didapat lumayan untuk beli beras satu kilogram," kata Samiran.

Samiran mengatakan, setiap paceklik ikan, nelayan selalu mendapatkan bantuan dari Dinas Kepenak berupa bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak dan gula pasir.

"Bantuan dari Dinas Kepenak dibagi rata untuk 70 nelayan yang tergabung dalam nelayan Bogowonto. Jika kelompok mendapat bantuan 100 kilogram beras, nanti dibagi 70 nelayan," kata dia.

(KR-STR)