Yogyakarta (Antara Jogja) - Perusahaan otobus yang melayani trayek Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Surabaya kembali menegaskan kesepakatan terkait aturan menaikkan penumpang pascamogok sejumlah bus trayek Yogyakarta-Solo akibat pelanggaran perjanjian tersebut.

"Kebetulan, hari ini ada sebuah perusahaan otobus yang diketahui melanggar kesepakatan itu. Setelah ada pertemuan antara perusahaan otobus trayek Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Surabaya, keduanya sepakat melaksanakan kesepakatan itu kembali," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Yogyakarta Bekti Zunanta di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, pelanggaran aturan tersebut terjadi akibat sopir bus Yogyakarta-Surabaya adalah sopir baru sehingga belum mengetahui aturan yang sudah berjalan cukup lama.

Berdasarkan kesepakatan bersama antara perusahaan otobus trayek Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Surabaya yang sudah berlangsung cukup lama dan ditandai dengan surat kesepakatan resmi di atas materai pada 2007, dinyatakan bahwa bus trayek Yogyakarta-Surabaya dilarang menaikkan penumpang selain di Terminal Giwangan.

Bus Yogyakarta-Surabaya tersebut baru diperbolehkan menaikkan penumpang di luar Terminal Giwangan apabila sudah tidak ada bus Yogyakarta-Solo yang melayani penumpang, yaitu pada pukul 20.00 WIB hingga 04.00 WIB.

"Dari laporan yang masuk, pada hari ini, ada sebuah bus Yogyakarta-Surabaya yang menaikkan penumpang di daerah Janti sekitar pukul 05.00 WIB dan diketahui oleh awak bus Yogyakarta-Solo. Akibatnya, bus Yogyakarta-Solo pun mogok dan sempat ada insiden pemecahan kaca bus yang melanggar aturan itu," katanya.

Aksi mogok dilakukan di sekitar Janti dan kemudian berlanjut di Terminal Giwangan, namun Bekti mengatakan, tidak ada penumpukan penumpang selama aksi mogok yang berlangsung hingga pukul 10.30 WIB.

"Rata-rata, penumpang sudah tahu dan kemudian mengalihkan moda transportasi menggunakan kereta api," katanya.

Pascapenandatanganan komitmen ulang tersebut, Bekti mengatakan, trayek bus Yogyakarta-Solo kembali berjalan normal. Sejak pagi hingga pukul 10.30 WIB, biasanya ada sekitar 45 armada bus yang masuk Yogyakarta-Solo yang masuk ke Terminal Giwangan.

Pada 2012, lanjut dia, sempat ada kejadian serupa dan kedua belah pihak juga telah berkomitmen untuk mematuhi kesepakatan yang ada. Saat itu, penandatanganan kesepakatan dilakukan di Surakarta.

Ia berharap, kedua belah pihak bisa saling menghargai dan menjalankan kesepakatan yang sudah ada.

(E013)