Pemugaran pendamping Candi Ijo ditargetkan selesai November
Selasa, 1 September 2015 20:46 WIB
Ilustrasi, Candi Ijo di kawasan perbukitan Prambanan, Kabupaten Sleman. Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto
Sleman, (Antara Jogja) - Pemugaran Candi F yang merupakan bangunan pendamping di komplek Candi Ijo di Gumuk Ijo, Dusun Gropoyakan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dimulai sejak Agustus ditargetkan selesai awal November 2015.
"Candi F ini merupakan bangunan pendamping candi induk. Komplek Candi Ijo ini memiliki belasan candi pendamping yang masing-masing kami beri nama A hingga hingga Q sesuai urutan dari atas ke bawah," kata Kepala Unit Situs Ratu Boko dan Ijo, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta Tri Hartini, Selasa.
Menurut dia, komplek Candi Ijo yang terletak di kawasan perbukitan ini memang memiliki tata letak yang unik, yakni berbentuk trap dari atas ke bawah.
"Pada trap paling atas terdapat bangunan candi induk dan dua candi perwara, kemudian secara berurutan ke bawah terdapat candi-candi pendamping," katanya.
Ia mengatakan, biasanya bangunan candi memiliki tata letak melingkar, dimana candi utama dikelilingi candi perwara dan candi pendamping lainnya.
"Tetapi di Candi Ijo ini beda, candi-candi lainnya berada lurus di bawah menyesuikan trap pada dataran tanahnya," katanya.
Tri Hartini mengatakan, untuk candi induk dan dua candi perwara sudah selesai dipugar, sedangkan untuk candi pendamping yang sudah selesai dipugar yalni candi K dan candi L.
"Saat ini kami baru proses pemugaran candi F, memang pemugaran tidak bisa urut karena kami menyesuaikan dan memprioritaskan candi yang bebatuannya lebih komplit dulu," katanya.
Ia mengatakan, dalam proses pemugaran tersebut juga ada satu temuan menarik berupa kolam pemujaan.
"Sebenarnya hanya ingin mendirikan Candi F. Yang letaknya di sebelah barat candi induk, namun dalam prosesnya ditemukan kolam pemujaan, yang airnya untuk ritual keagamaan. Sekarang dibiarkan dulu seperti itu, apakah akan diisi air atau tidak itu nanti," katanya.
Kolam pemujaan tersebut hanya ada satu buah. Berbeda dengan kolam yang ada di kompleks Candi Ratu Boko. Yang banyak jumlahnya, baik untuk pemandian para putri raja saat itu, ataupun untuk tandon air.
"Kalau di Ratu Boko, kan banyak yang untuk tandon air. Selain juga ada kolam tempat pemandian putri kerajaan. Kalau ini, airnya lebih untuk ritual," ujarnya.
Ia mengatakan, untuk tahun selanjutnya, pihaknya belum bisa memastikan, candi mana yang akan dipugar. Karena membutuhkan studi teknis dan kelayakan.
"Kami tidak bisa menargetkan setiap tahun mendirikan satu unit candi. Tapi nanti seiring waktu, melakukan studi teknis dan kelayakan dulu. Yang pasti, talud atau pagar di depan candi induk, dikerjakan 2016," katanya.***4***
(V001)
"Candi F ini merupakan bangunan pendamping candi induk. Komplek Candi Ijo ini memiliki belasan candi pendamping yang masing-masing kami beri nama A hingga hingga Q sesuai urutan dari atas ke bawah," kata Kepala Unit Situs Ratu Boko dan Ijo, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta Tri Hartini, Selasa.
Menurut dia, komplek Candi Ijo yang terletak di kawasan perbukitan ini memang memiliki tata letak yang unik, yakni berbentuk trap dari atas ke bawah.
"Pada trap paling atas terdapat bangunan candi induk dan dua candi perwara, kemudian secara berurutan ke bawah terdapat candi-candi pendamping," katanya.
Ia mengatakan, biasanya bangunan candi memiliki tata letak melingkar, dimana candi utama dikelilingi candi perwara dan candi pendamping lainnya.
"Tetapi di Candi Ijo ini beda, candi-candi lainnya berada lurus di bawah menyesuikan trap pada dataran tanahnya," katanya.
Tri Hartini mengatakan, untuk candi induk dan dua candi perwara sudah selesai dipugar, sedangkan untuk candi pendamping yang sudah selesai dipugar yalni candi K dan candi L.
"Saat ini kami baru proses pemugaran candi F, memang pemugaran tidak bisa urut karena kami menyesuaikan dan memprioritaskan candi yang bebatuannya lebih komplit dulu," katanya.
Ia mengatakan, dalam proses pemugaran tersebut juga ada satu temuan menarik berupa kolam pemujaan.
"Sebenarnya hanya ingin mendirikan Candi F. Yang letaknya di sebelah barat candi induk, namun dalam prosesnya ditemukan kolam pemujaan, yang airnya untuk ritual keagamaan. Sekarang dibiarkan dulu seperti itu, apakah akan diisi air atau tidak itu nanti," katanya.
Kolam pemujaan tersebut hanya ada satu buah. Berbeda dengan kolam yang ada di kompleks Candi Ratu Boko. Yang banyak jumlahnya, baik untuk pemandian para putri raja saat itu, ataupun untuk tandon air.
"Kalau di Ratu Boko, kan banyak yang untuk tandon air. Selain juga ada kolam tempat pemandian putri kerajaan. Kalau ini, airnya lebih untuk ritual," ujarnya.
Ia mengatakan, untuk tahun selanjutnya, pihaknya belum bisa memastikan, candi mana yang akan dipugar. Karena membutuhkan studi teknis dan kelayakan.
"Kami tidak bisa menargetkan setiap tahun mendirikan satu unit candi. Tapi nanti seiring waktu, melakukan studi teknis dan kelayakan dulu. Yang pasti, talud atau pagar di depan candi induk, dikerjakan 2016," katanya.***4***
(V001)
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor : Victorianus Sat Pranyoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
TWC menyiapkan inovasi tarik kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur di Lebaran 2026
23 March 2026 18:52 WIB
Ribuan umat Hindu laksanakan Upacara Tawur Agung Kesangga di Lapangan Wisnu Mandala Candi Prambanan
18 March 2026 15:24 WIB
Menbud bahas konservasi dan pemugaran Candi Prambanan bersama tim arkeolog India
16 March 2026 21:17 WIB
Ketika seribu cahaya dipa dan kumandang damaru warnai malam sakral di Candi Prambanan
27 February 2026 11:15 WIB
35 ribu orang bakal meramaikan upacara Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan
26 February 2026 22:24 WIB