Merapi keluarkan asap tinggi di puncak
Jumat, 11 Mei 2018 9:40 WIB
Gunung Merapi (Foto Antara/Wahyu Putro)
Yogyakarta (Antarabews Jogja) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta membenarkan adanya letusan freatik yang mengakibatkan kepulan asap tinggi di Puncak Gunung Merapi, Yogyakarta, Jumat pagi.
"Sesuai `record` anggota TRC BPBD di lapangan letusan diperkirakan pukul 07.45," kata Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Wahyu Pristiawan di Yogyakarta, jumat.
Menurut Pristiawan, letusan freatik juga memicu hujan abu tipis di beberapa wilayah lereng Gunung Merapi. "Saat ini hujan abu sudah mulai berkurang," kata dia.
Letusan freatik, kata dia, terjadi akibat adanya uap air bertekanan tinggi. Uap air tersebut terbentuk seiring dengan pemanasan air bawah tanah atau air hujan yang meresap ke tanah di dalam kawah, kemudian bersentuhan langsung dengan magma.
"Insya Allah bukan seperti erupsi yang membahayakan. Itu sebabkan tekanan uap air yang hanya terjadi sesekali," kata dia.
Meski demikian, menurut dia, Tim TRC BPBD saat ini telah melakukan evakuasi warga yang ada di lereng Gunung Merapi ke Pos Pengungsian yang ada di tiga titik yakni di Cangkringan, Glagaharjo, dan Umbulharjo, Sleman.
"Upaya evakuasi ini bukan berarti bahwa kondisi di kawasan merapi genting. Upaya itu adalah reaksi biasa sesuai mitigasi bencana yang selama ini dibangun," kata dia.
Menurut dia, masyarakat tidak perlu panik dengan informasi yang beredar di media soaial. Saat ini, kata dia, beberapa jajaran instansi terkait masih mengkalkulasi dan mengkaji peristiwa tersebut.
"Tidak perlu panik.Nanti akan diinformasikan secara kelembagaan," kata dia.
"Sesuai `record` anggota TRC BPBD di lapangan letusan diperkirakan pukul 07.45," kata Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Wahyu Pristiawan di Yogyakarta, jumat.
Menurut Pristiawan, letusan freatik juga memicu hujan abu tipis di beberapa wilayah lereng Gunung Merapi. "Saat ini hujan abu sudah mulai berkurang," kata dia.
Letusan freatik, kata dia, terjadi akibat adanya uap air bertekanan tinggi. Uap air tersebut terbentuk seiring dengan pemanasan air bawah tanah atau air hujan yang meresap ke tanah di dalam kawah, kemudian bersentuhan langsung dengan magma.
"Insya Allah bukan seperti erupsi yang membahayakan. Itu sebabkan tekanan uap air yang hanya terjadi sesekali," kata dia.
Meski demikian, menurut dia, Tim TRC BPBD saat ini telah melakukan evakuasi warga yang ada di lereng Gunung Merapi ke Pos Pengungsian yang ada di tiga titik yakni di Cangkringan, Glagaharjo, dan Umbulharjo, Sleman.
"Upaya evakuasi ini bukan berarti bahwa kondisi di kawasan merapi genting. Upaya itu adalah reaksi biasa sesuai mitigasi bencana yang selama ini dibangun," kata dia.
Menurut dia, masyarakat tidak perlu panik dengan informasi yang beredar di media soaial. Saat ini, kata dia, beberapa jajaran instansi terkait masih mengkalkulasi dan mengkaji peristiwa tersebut.
"Tidak perlu panik.Nanti akan diinformasikan secara kelembagaan," kata dia.
Pewarta : Luqman Hakim
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPR: Penindakan aktivitas ilegal di TNGM harus disertai solusi ekonomi masyarakat
10 July 2026 20:30 WIB
BNPB selesaikan perbaikan jaringan air bersih penyintas erupsi Merapi di Magelang
03 July 2026 19:42 WIB
Terpopuler - Jogja Terkini
Lihat Juga
Pemda DIY peringati 14 tahun UUK untuk kenalkan keistimewaan ke anak muda
12 September 2026 18:45 WIB