TNGM minta masyarakat bijaksana temui satwa merapi
Rabu, 23 Mei 2018 11:33 WIB
Ilustrasi, dok (antaranews.com)
Sleman (Antaranews Jogja) - Balai Taman Nasional Gunung Merapi meminta masyarakat untuk bijaksana jika menemui adanya satwa liar hutan Merapi yang masuk ke wilayah pemukiman setelah adanya beberapa kali letusan freatik.
"Kami meminta masyarakat dapat bijaksana memperlakukan satwa yang mungkin melakukan pergerakan keluar hutan lindung Merapi," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Ammy Nurwati di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, kondisi di hutan Merapi pascaletusan freatik sangat memungkinkan satwa-satwa di hutan Merapi yang merupakan satwa dilindungi juga melakukan pergerakan.
"Pergerakan satwa tersebut bisa melalui aliran sungai, lembah, hutan rakyat dan lainnya hingga sampai ke pemukiman penduduk," katanya.
Ia mengatakan, karena itu pihaknya berharap agar masyarakat lebih bijaksana saat bertemu atau melihat satwa-satwa Merapi yang sedang melakukan pergerakan turun hutan.
"Taman Nasional Gunung Merapi merupakan tempat hidup atau habitat bagi satwa dan tumbuhan yang dilindungi undang-undang," katanya.
Ammy mengatakan adanya peningkatan aktivitas Gunung Merapi dimungkinkan dapat menyebabkan pergerakan satwa dari dalam kawasan TNGM menuju ke lokasi-lokasi yang dianggap aman bagi satwa.
"Sampai sejauh ini diinformasikan belum ada satwa yang turun dari Gunung Merapi. Satwa-satwa yang berhabitat di TNGM, di antaranya monyet ekor panjang, kancil, serta rusa, serta burung elang," katanya.
"Kami meminta masyarakat dapat bijaksana memperlakukan satwa yang mungkin melakukan pergerakan keluar hutan lindung Merapi," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Ammy Nurwati di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, kondisi di hutan Merapi pascaletusan freatik sangat memungkinkan satwa-satwa di hutan Merapi yang merupakan satwa dilindungi juga melakukan pergerakan.
"Pergerakan satwa tersebut bisa melalui aliran sungai, lembah, hutan rakyat dan lainnya hingga sampai ke pemukiman penduduk," katanya.
Ia mengatakan, karena itu pihaknya berharap agar masyarakat lebih bijaksana saat bertemu atau melihat satwa-satwa Merapi yang sedang melakukan pergerakan turun hutan.
"Taman Nasional Gunung Merapi merupakan tempat hidup atau habitat bagi satwa dan tumbuhan yang dilindungi undang-undang," katanya.
Ammy mengatakan adanya peningkatan aktivitas Gunung Merapi dimungkinkan dapat menyebabkan pergerakan satwa dari dalam kawasan TNGM menuju ke lokasi-lokasi yang dianggap aman bagi satwa.
"Sampai sejauh ini diinformasikan belum ada satwa yang turun dari Gunung Merapi. Satwa-satwa yang berhabitat di TNGM, di antaranya monyet ekor panjang, kancil, serta rusa, serta burung elang," katanya.
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor : Agus Priyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Sleman terima "ubarampe" upacara adat Labuhan Merapi dari Keraton Yogyakarta
19 January 2026 17:41 WIB
SMA Global Darussalam Academy Yogyakarta siap cetak generasi unggul berkarakter dan keislaman
19 December 2025 21:31 WIB
BNNK Sleman tes urine operator jip Lava Tour Merapi jelang Natal-Tahun Baru
18 December 2025 19:03 WIB