Festival Kesenian Yogyakarta 2018 digelar di Bantul
Rabu, 4 Juli 2018 21:58 WIB
Ilustrasi (Foto Antara)
Bantul (Antaranews Jogja) - Festival Kesenian Yogyakarta 2018 akan digelar di kompleks Planet Pyramid Jalan Parangtritis, Desa Bangunharjo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada 23 Juli - 9 Agustus.
"Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) yang merupakan festival kesenian tahunan khas Yogyakarta tersebut tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-30," kata Ketua Umum sekaligus Direktur Seni dan Kreatif FKY 2018 Roby Setiawan dalam pers rilis di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, tema yang diangkat pada FKY ke-30 ini adalah 'MESEMELEH' yang berasal dari dua kata yaitu Mesem yang dalam bahasa Indonesia berarti senyum, dan Semeleh yang mempunyai makna ikhlas atau menerima.
Roby mengatakan, Mesem merepresentasikan kedewasaan FKY untuk tetap menyajikan festival yang menarik, menghibur dan edukatif, sekaligus relevan dengan perkembangan zaman baik dalam karya hingga penyajiannya.
Sedangkan Semeleh, kata dia, merepresentasikan FKY sebagai festival seni yang memberikan ruang kepada semua pihak yang berpartisipasi di dalamnya, baik itu kreator, panitia, masyarakat hingga pemerintah untuk saling memberikan kontribusi demi menciptakan FKY yang lebih baik.
"Melalui tema 'MESEMELEH', FKY berusaha tetap tersenyum, terbuka pada semua pihak dan nerima perubahan zaman. Ini bukan berarti FKY tunduk pada kondisi zaman, tetapi berupaya untuk beradaptasi dengannya," katanya.
Sementara itu, Ketua II yang juga Direktur Program Pertunjukan FKY 2018 Ishari Sahida mengatakan, FKY 30 sendiri akan dibuka dengan pawai di Jalan Malioboro Yogyakarta pada 23 Juli 2018 mulai pukul 15.00 WIB.
"Narasi-narasi besar mengenai seni yang selama ini banyak digunakan di dalam FKY mulai perlu didekonstruksi. Agar beradaptasi dengan zaman dan memberi kesempatan generasi kini memproduksi serta menggagas wacana dan festival seni," katanya.
Sedangkan program utama FKY 30 antara lain Pasar Seni bagi seniman, kelompok dan UKM industri kreatif, panggung pertunjukan, panggung Senyap, workshop dan lomba kreatif, pameran seni rupa, bioskop FKY, pertunjukan teater serta kontemporer berkolaborasi dengan Jogja Video Mapping Project.
Ketua III yang juga Direktur Bagian Umum FKY Setyo Harwanto mengatakan, melalui program-program tersebut diharapkan dalam perhelatan FKY ke-30 bisa muncul berbagai karya dan penyajian yang memiliki kedekatan emosional dan estetik dengan masyarakat.
"Keterlibatan masyarakat dari semua kalangan cukup berarti bagi penyelenggaraan festival ini. Sehingga visi pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan seni budaya di Yogyakarta dapat dicapai dan memberikan banyak manfaat bagi semua pihak," katanya.
"Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) yang merupakan festival kesenian tahunan khas Yogyakarta tersebut tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-30," kata Ketua Umum sekaligus Direktur Seni dan Kreatif FKY 2018 Roby Setiawan dalam pers rilis di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, tema yang diangkat pada FKY ke-30 ini adalah 'MESEMELEH' yang berasal dari dua kata yaitu Mesem yang dalam bahasa Indonesia berarti senyum, dan Semeleh yang mempunyai makna ikhlas atau menerima.
Roby mengatakan, Mesem merepresentasikan kedewasaan FKY untuk tetap menyajikan festival yang menarik, menghibur dan edukatif, sekaligus relevan dengan perkembangan zaman baik dalam karya hingga penyajiannya.
Sedangkan Semeleh, kata dia, merepresentasikan FKY sebagai festival seni yang memberikan ruang kepada semua pihak yang berpartisipasi di dalamnya, baik itu kreator, panitia, masyarakat hingga pemerintah untuk saling memberikan kontribusi demi menciptakan FKY yang lebih baik.
"Melalui tema 'MESEMELEH', FKY berusaha tetap tersenyum, terbuka pada semua pihak dan nerima perubahan zaman. Ini bukan berarti FKY tunduk pada kondisi zaman, tetapi berupaya untuk beradaptasi dengannya," katanya.
Sementara itu, Ketua II yang juga Direktur Program Pertunjukan FKY 2018 Ishari Sahida mengatakan, FKY 30 sendiri akan dibuka dengan pawai di Jalan Malioboro Yogyakarta pada 23 Juli 2018 mulai pukul 15.00 WIB.
"Narasi-narasi besar mengenai seni yang selama ini banyak digunakan di dalam FKY mulai perlu didekonstruksi. Agar beradaptasi dengan zaman dan memberi kesempatan generasi kini memproduksi serta menggagas wacana dan festival seni," katanya.
Sedangkan program utama FKY 30 antara lain Pasar Seni bagi seniman, kelompok dan UKM industri kreatif, panggung pertunjukan, panggung Senyap, workshop dan lomba kreatif, pameran seni rupa, bioskop FKY, pertunjukan teater serta kontemporer berkolaborasi dengan Jogja Video Mapping Project.
Ketua III yang juga Direktur Bagian Umum FKY Setyo Harwanto mengatakan, melalui program-program tersebut diharapkan dalam perhelatan FKY ke-30 bisa muncul berbagai karya dan penyajian yang memiliki kedekatan emosional dan estetik dengan masyarakat.
"Keterlibatan masyarakat dari semua kalangan cukup berarti bagi penyelenggaraan festival ini. Sehingga visi pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan seni budaya di Yogyakarta dapat dicapai dan memberikan banyak manfaat bagi semua pihak," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor : Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gandeng UMKM dan kesenian lokal, PGN dorong energi kemandirian desa lewat Suadesa Festival 2025
09 May 2025 23:57 WIB, 2025
Sleman menyerahkan hibah gamelan dan alat musik kepada kelompok kesenian
01 December 2024 12:52 WIB, 2024
Pemkab Bantul bangkitkan minat generasi muda terhadap kesenian tradisional
23 September 2024 18:49 WIB, 2024
DPMPTSP-Disbud Kulon Progo berkolaborasi suguhkan kesenian pada wisatawan
13 September 2024 18:25 WIB, 2024