ULM jaring mahasiswa asing
Kamis, 22 Februari 2024 5:36 WIB
ULM menerima kunjungan tim Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbudristek untuk memperbarui data pengelolaan layanan terkait rekomendasi izin belajar mahasiswa asing. ANTARA/Firman
Banjarmasin (ANTARA) - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus memperkuat kerja sama internasional guna menjaring lebih banyak mahasiswa asing yang berkuliah di kampus unggul di Kalimantan Selatan itu.
"Kerja sama dengan berbagai negara telah kami jalin dan sejalan dengan penambahan mahasiswa asing dari tahun ke tahun," kata Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Humas dan Sistem Informasi ULM Yusuf Azis di Banjarmasin, Rabu.
Yusuf menyebut ULM telah menunjukkan komitmennya dalam membangun kerja sama internasional yang kuat dengan berbagai institusi pendidikan di seluruh dunia.
Termasuk sejumlah negara di kawasan regional Asia Tenggara (ASEAN) digandeng ULM dalam beragam bentuk kerja sama di bidang pembelajaran, riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Salah satu kerja sama penting yang telah dijalin ULM dengan Sekolah Indonesia Davao (SID) di Filipina, sehingga memungkinkan anak-anak dari Davao untuk melanjutkan studi di ULM.
"Kerja sama dengan berbagai negara telah kami jalin dan sejalan dengan penambahan mahasiswa asing dari tahun ke tahun," kata Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Humas dan Sistem Informasi ULM Yusuf Azis di Banjarmasin, Rabu.
Yusuf menyebut ULM telah menunjukkan komitmennya dalam membangun kerja sama internasional yang kuat dengan berbagai institusi pendidikan di seluruh dunia.
Termasuk sejumlah negara di kawasan regional Asia Tenggara (ASEAN) digandeng ULM dalam beragam bentuk kerja sama di bidang pembelajaran, riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Salah satu kerja sama penting yang telah dijalin ULM dengan Sekolah Indonesia Davao (SID) di Filipina, sehingga memungkinkan anak-anak dari Davao untuk melanjutkan studi di ULM.
Pewarta : Firman
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Universitas Lambung Mangkurat inisiasi kolaborasi PTN Indonesia timur-konsorsium Borneo
18 April 2024 18:44 WIB, 2024