Menu ikan di program makan gratis di Indonesia harus tematik
Senin, 3 Juni 2024 5:22 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono saat melakukan pemaparan pada peluncuran Modeling Penangkapan Ikan Terukur (PIT) di Kota Tual, Maluku, Minggu (2/6/2024). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)
Tual, Maluku (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengusulkan pemberian ikan pada menu program makan gratis harus disesuaikan dengan wilayahnya.
Trenggono menyebutkan beberapa wilayah di Indonesia memiliki komoditas ikan unggulan sebagai potensi yang bisa dimanfaatkan untuk mensuplai ikan sebagai salah satu menunya.
"Saya ngusulinnya tematik sebetulnya. Jadi kalau misalnya wilayah Indonesia timur, kan dia lebih suka ikan dibanding daging kan. Terus kemudian jangan dari pusat tapi itu berkembang di daerah yang mensuplai ikannya," ujar dia di Kota Taul, Maluku, Minggu.
Terkait dengan penyediaan ikan, ia mengusulkan untuk mengambil dari daerah-daerah di tiap wilayah, khususnya bagian pesisir.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri KKP: Menu ikan pada program makan gratis harus tematik
Trenggono menyebutkan beberapa wilayah di Indonesia memiliki komoditas ikan unggulan sebagai potensi yang bisa dimanfaatkan untuk mensuplai ikan sebagai salah satu menunya.
"Saya ngusulinnya tematik sebetulnya. Jadi kalau misalnya wilayah Indonesia timur, kan dia lebih suka ikan dibanding daging kan. Terus kemudian jangan dari pusat tapi itu berkembang di daerah yang mensuplai ikannya," ujar dia di Kota Taul, Maluku, Minggu.
Terkait dengan penyediaan ikan, ia mengusulkan untuk mengambil dari daerah-daerah di tiap wilayah, khususnya bagian pesisir.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri KKP: Menu ikan pada program makan gratis harus tematik
Pewarta : Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KKP menyiapkan strategi memperluas akses pasar produk perikanan pada 2026
16 February 2026 20:33 WIB
KKP sebut rencana pembangunan 1.500 kapal ikan dimulai secara bertahap mulai 2026
26 January 2026 17:00 WIB