Calon Bupati Sleman Harda dengar langsung keluhan buruh soal UMK
Senin, 7 Oktober 2024 15:09 WIB
Calon Bupati Sleman Nomor Urut 2 Harda Kiswaya mengunjungi pabrik sarung tangan golf PT Eagle Glove Indonesia di DIY, pada Senin (7/10). (ANTARA/HO-Relawan Harda-Danang)
Sleman (ANTARA) - Calon Bupati Sleman Nomor Urut 2 Harda Kiswaya mengunjungi pabrik sarung tangan golf PT Eagle Glove Indonesia yang berlokasi di Padukuhan Bayen, Purwomartani, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam kunjungan tersebut, Harda berkeliling kompleks pabrik dan berbincang dengan para pekerja. Sejumlah buruh yang ditemui menyampaikan harapan mereka kepada pasangan Bupati Sleman Harda Kiswaya dan Calon Wakil Bupati, Danang Maharsa.
Seorang pekerja di bagian quality control Wulan Aprilianti di Sleman, Senin, berharap Harda bisa meningkatkan kesejahteraan buruh pabrik jika terpilih dalam Pilkada Sleman 2024.
"Semoga Pak Harda bisa meningkatkan kesejahteraan kami dan menaikkan upah di Sleman," ujar ibu dua anak tersebut.
Hal serupa juga disampaikan oleh Dwi Purwanti (41), rekan Wulan di bagian quality control.
"Kalau Pak Harda bisa menaikkan upah sampai Rp3 juta, tentu kami sangat bersyukur," harapnya.
Selain itu, Sulistyawan (24) yang bertugas menjahit sarung tangan, menyampaikan keinginannya agar pekerja seperti dirinya dapat memiliki akses terhadap hunian yang terjangkau.
"Saya berharap bisa punya rumah sendiri," ungkapnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Harda menyatakan bahwa penentuan besaran upah merupakan tanggung jawab bersama.
"Agar tidak terjadi salah paham, saya ingin menegaskan bahwa kenaikan upah adalah tanggung jawab bersama. Kenaikan ini bisa terjadi jika produktivitas meningkat," Harda dalam rilisnya.
Dia mengatakan tugas pemerintah adalah membantu perusahaan mengatasi hambatan-hambatan dalam peningkatan produktivitas.
Pemerintah juga harus memastikan bahwa para pekerja memperoleh hak-hak mereka sesuai dengan peraturan yang berlaku.
"Menurut data BPS DIY, saat ini Upah Minimum Kabupaten Sleman sebesar Rp2.315.976, menempati posisi kedua di DIY setelah Kota Yogyakarta yang mencapai Rp2.492.997," katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Harda berkeliling kompleks pabrik dan berbincang dengan para pekerja. Sejumlah buruh yang ditemui menyampaikan harapan mereka kepada pasangan Bupati Sleman Harda Kiswaya dan Calon Wakil Bupati, Danang Maharsa.
Seorang pekerja di bagian quality control Wulan Aprilianti di Sleman, Senin, berharap Harda bisa meningkatkan kesejahteraan buruh pabrik jika terpilih dalam Pilkada Sleman 2024.
"Semoga Pak Harda bisa meningkatkan kesejahteraan kami dan menaikkan upah di Sleman," ujar ibu dua anak tersebut.
Hal serupa juga disampaikan oleh Dwi Purwanti (41), rekan Wulan di bagian quality control.
"Kalau Pak Harda bisa menaikkan upah sampai Rp3 juta, tentu kami sangat bersyukur," harapnya.
Selain itu, Sulistyawan (24) yang bertugas menjahit sarung tangan, menyampaikan keinginannya agar pekerja seperti dirinya dapat memiliki akses terhadap hunian yang terjangkau.
"Saya berharap bisa punya rumah sendiri," ungkapnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Harda menyatakan bahwa penentuan besaran upah merupakan tanggung jawab bersama.
"Agar tidak terjadi salah paham, saya ingin menegaskan bahwa kenaikan upah adalah tanggung jawab bersama. Kenaikan ini bisa terjadi jika produktivitas meningkat," Harda dalam rilisnya.
Dia mengatakan tugas pemerintah adalah membantu perusahaan mengatasi hambatan-hambatan dalam peningkatan produktivitas.
Pemerintah juga harus memastikan bahwa para pekerja memperoleh hak-hak mereka sesuai dengan peraturan yang berlaku.
"Menurut data BPS DIY, saat ini Upah Minimum Kabupaten Sleman sebesar Rp2.315.976, menempati posisi kedua di DIY setelah Kota Yogyakarta yang mencapai Rp2.492.997," katanya.
Pewarta : SP
Editor : Sutarmi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Harda Kiswaya turun langsung atasi masalah penonaktifan peserta jaminan kesehatan
07 February 2026 8:06 WIB
Bupati Harda: KPAD Sleman harus berperan dalam pengawasan perlindungan anak
08 January 2026 16:48 WIB
Bupati Sleman perintahkan DLH-Dispertaru periksa izin perumahan di Bukit Pendekan
02 December 2025 20:07 WIB
Bupati Harda konsultasi perbaikan pola tata ruang di Sleman ke Kementerian ATR/BPN
27 November 2025 20:23 WIB