Bantul (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Progo 2026 dalam rangka memastikan kesiapan personel serta sarana prasarana dalam mengamankan arus mudik dan libur Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Operasi ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel maupun sarana prasarana agar pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri dapat berjalan aman, nyaman, tertib, dan lancar," kata Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto pada apel tersebut di Bantul, Kamis.

Menurut dia Operasi Ketupat Progo yang berlangsung selama 13 hari sejak 13 Maret sampai 25 Maret tersebut menekankan bahwa koordinasi di lapangan akan difokuskan pada pelayanan yang responsif.

Kapolres Bantul juga mengingatkan jajaran untuk mempedomani Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai rekayasa lalu lintas.

"Penerapan sistem satu arah, lawan arus, hingga pengaturan jalur penyeberangan akan menjadi kunci utama dalam mengurai kemacetan di titik-titik rawan," katanya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan guna memastikan kesiapan penuh dalam mengawal rangkaian ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, sebanyak 550 personel gabungan disiagakan.

"Personel disiagakan untuk memastikan seluruh tahapan hari raya di wilayah Bantul berjalan khidmat dan kondusif. Operasi ini mengedepankan tindakan preventif yang didukung kegiatan preemtif, humas, penegakan hukum, serta bantuan operasi," katanya.

Menurut dia tujuan utama operasi ini adalah terwujudnya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman serta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Melalui pengamanan yang ketat, Polres Bantul menargetkan penurunan angka kriminalitas serta menekan angka kecelakaan lalu lintas beserta fatalitas korbannya.

"Kami ingin memastikan masyarakat dapat melaksanakan seluruh rangkaian perayaan Idul Fitri dengan aman, nyaman, lancar, dan selamat," katanya.