Jakarta (ANTARA) - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) segera menemui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk membahas dampak kebijakan efisiensi anggaran yang dialami para pengurus cabang olahraga yang kesulitan membangun prestasi olahraga nasional.
"Kami dalam waktu dekat meminta waktu khusus dengan Kementerian Keuangan sehingga aspirasi bisa disampaikan secara langsung oleh cabang-cabang olahraga," kata Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari kepada awak media seusai acara Rapat Anggota 2026 KOI di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, pertemuan tersebut penting dilakukan agar pemerintah dapat mendengar secara langsung kondisi yang dihadapi masing-masing cabang olahraga, terutama terkait kebutuhan pembinaan atlet, pemusatan latihan, hingga persiapan menuju berbagai ajang internasional.
Ia menjelaskan kebutuhan pendanaan untuk cabang olahraga sangat penting mengingat kondisi olahraga secara global yang terus berkembang. Di sisi lain, peningkatan prestasi olahraga juga menjadi bagian dari visi-misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Menpora mengatur ulang pendanaan pelatnas bersama Kemenkeu
Baca juga: Purbaya bakal menelusuri proyek kementerian yang belum dibayar
Olahraga saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan kompetisi, tetapi juga menyangkut pembangunan sumber daya manusia, diplomasi internasional, hingga kebanggaan bangsa melalui pencapaian atlet di panggung dunia.
Oleh sebab itu, anggaran untuk federasi perlu mendapatkan perhatian khusus, mengingat banyak ajang multicabang yang akan dihadapi ke depan seperti Asian Games 2026, Olimpiade Remaja 2026, SEA Games 2027, hingga Olimpiade 2028.
Persiapan menuju ajang-ajang tersebut membutuhkan proses jangka panjang dan tidak bisa dilakukan secara instan. Setiap federasi memerlukan dukungan untuk menjalankan program pelatihan, uji coba internasional, hingga pengembangan sport science bagi atlet-atlet nasional.
"Mudah-mudahan (permintaan pertemuan dengan Kemenkeu) bisa segera diterima sehingga aspirasi cabor bisa disampaikan," katanya.
Oktohari mengatakan bahwa Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo juga telah menyatakan bahwa pemerintah pusat berkomitmen untuk memberikan dukungan maksimal terhadap pembangunan prestasi olahraga.
Terlepas dari dampak efisiensi anggaran, Oktohari mengaku bangga terhadap para anggota KOI yang kini berjumlah 74 federasi yang tetap memiliki semangat yang sama untuk membuat bendera Merah Putih berkibar dan lagu Indonesia Raya berkumandang di panggung-panggung internasional.
Semangat tersebut, kata dia, menjadi kekuatan bagi KOI untuk terus berjuang keras agar para atlet bisa berdiri dengan kepala tegak untuk bersaing di ajang internasional.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KOI segera temui Kemenkeu bahas dampak efisiensi dalam olahraga