Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menemui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia untuk mendiskusikan upaya peningkatan pendapatan negara bukan pajak (PNBP), percepatan program swasembada energi, dan pengembangan listrik desa.

Dalam pertemuan tersebut, ia menyatakan siap mendukung langkah strategis yang disiapkan Kementerian ESDM, terutama yang berdampak pada penguatan fondasi ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pada dasarnya, setiap upaya Pak Menteri ESDM akan saya dukung,” kata Purbaya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Purbaya menyoroti sinergi antarkementerian dibutuhkan untuk memastikan kebijakan fiskal dan sektor energi berjalan selaras dalam mendukung pembangunan nasional.

Menteri ESDM pun menyampaikan optimisme terhadap kolaborasi kedua instansi, khususnya terkait kebijakan sektor energi dan penerimaan negara.

“Kami bersama Menteri Keuangan membahas program sinkronisasi, di antaranya bagaimana meningkatkan PNBP, tetapi juga bagaimana mewujudkan program swasembada energi dan listrik desa,” ujar Bahlil.

Dia juga menegaskan bahwa pengelolaan dan penataan potensi pendapatan negara di sektor ESDM perlu dilakukan secara terintegrasi. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat dan pembangunan nasional menerima manfaat yang optimal.

“Satu hal, saya bersama Menteri Keuangan Purbaya adalah satu tim yang baik dalam rangka mengembangkan penataan kembali potensi pendapatan negara yang baik di sektor ESDM,” tutur Bahlil.

Sebagai catatan, PNBP terhimpun sebesar Rp112,1 triliun per 31 Maret 2026, setara 24,4 persen terhadap target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp459,2 triliun.

Kinerja PNBP terkoreksi sebesar 3 persen (year-on-year/yoy) akibat dampak penurunan harga dan belum optimalnya lifting minyak bumi, serta tidak berulangnya setoran dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Untuk PNBP sumber daya alam (SDA), Kementerian Keuangan mencatat penerimaan dari sektor migas mencapai Rp18,6 triliun, terkontraksi 25,4 persen (yoy) karena penurunan minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) dan lifting minyak bumi serta perubahan kebijakan atas split bagi hasil.

Sedangkan PNBP SDA nonmigas tercatat sebesar Rp35,1 triliun, tumbuh 7,1 persen (yoy) berkat komoditas mineral dan batu bara (minerba). Komoditas mineral menyumbang porsi terbesar, yakni Rp32,6 triliun, yang didorong oleh peningkatan harga emas, tembaga, dan nikel.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Purbaya temui Bahlil bahas penerimaan negara hingga listrik desa