
Toko distributor kembang api Jateng-DIY terbakar

Jogja (ANTARA Jogja) - Toko distributor kembang api terbesar untuk wilayah Provinsi DIY dan Jawa Tengah "Bola Party City" yang. berada di Jalan Kyai Mojo Yogyakarta, Selasa, sekitar pukul 09.10 WIB terbakar dan menimbulkan sejumlah ledakan.
Ledakan dengan suara cukup keras dan terkadang disusul munculnya percikan kembang api dari gudang toko mengejutkan warga di sekitar lokasi kejadian. Selama kebakaran, juga tercium bau mesiu.
"Sekitar jam 9.10 WIB terdengar suara ledakan yang cukup keras. Begitu ada rentetan ledakan itu, saya dan teman-teman terus lari," kata salah seorang karyawan Kecamatan Tegalrejo Agus.
Kantor Kecamatan Tegalrejo berada tepat di samping toko kembang api yang terbakar dan hanya dipisahkan jalan kecil (gang).
Sejumlah karyawan yang kebetulan sudah berada di dalam toko, dibantu masyarakat sekitar kemudian mengeluarkan puluhan kotak berisi kembang api yang tersimpan di dalam gudang toko. Selain itu, diselamatkan pula ratusan reptil yang juga berada di dalam toko.
Seluruh barang yang diselamatkan tersebut kemudian dievakuasi ke aula kantor Kecamatan Tegalrejo.
"Biasanya, toko ini buka pukul 09.30 WIB. Sehingga karyawan pun belum masuk semua," kata salah satu karyawan toko, Tiyok yang juga menyebut toko tersebut juga merakit kembang api untuk keperluan berbagai acara.
Sementara itu, Camat Tegalrejo Maryustion Tonang mengatakan, pemilik toko tersebut adalah Bu Ayem yang dikenal sebagai distributor kembang api yang cukup besar di Jawa Tengah dan DIY.
"Semuanya sudah di evakuasi, termasuk barang-barang dan juga pemilik serta karyawannya. Yang pertama dilakukan adalah mengupayakan agar api tidak menjalar kemana-mana," paparnya yang menyatakan tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut.
Upaya pemadaman api atas kebakaran tersebut memakan waktu kurang lebih dua jam dengan menerjunkan lima unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Yogyakarta ditambah satu mobil tangga, dan dibantu tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Sleman serta satu unit dari Kabupaten Bantul.
"Kebetulan, kami memiliki pos di Jalan Kyai Mojo. Petugas yang mendengar adanya ledakan kemudian langsung meluncur ke lokasi kejadian," tukasnya.
Ia mengatakan, proses pemadaman api harus dilakukan secara hati-hati karena yang dihadapi adalah bahan yang mengandung mesiu, sehingga prosedur pemadaman harus benar-benar dipatuhi.
"Kebakaran bisa terjadi kapan saja dengan sumber yang beragam. Semuanya perlu hati-hati dan kelengkapan alat pemadam kebakaran itu sangat penting," ujarnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Donny Siswoyo mengatakan, sumber kebakaran berasal diduga berasal dari gudang kembang api.
"Tetapi untuk memastikannya, perlu dilakukan olah TKP," katanya.
Kepolisian Resor Kota Yogyakarta telah meminta Laboratorium Forensik dari Semarang yang memiliki kualifikasi lebih baik untuk melakukan olah di tempat kejadian perkara.
"Olah tempat kejadian perkara akan dilakukan setelah api benar-benar dipadamkan. Lama waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui penyebab kebakaran tidak bisa ditentukan," tuturnya.
Selama kejadian berlangsung, Jalan Kyai Mojo hingga simpang empat pingit ditutup, begitu pula dengan Jalan Kyai Mojo hingga simpang Jalan Godean juga ditutup.
Pewarta :
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
