Logo Header Antaranews Jogja

Warga Pantai Bantul dilatih mengolah ikan

Senin, 12 Maret 2012 22:04 WIB
Image Print

Jogja (ANTARA Jogja) - Warga kawasan pantai Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengikuti pelatihan mengolah ikan laut dan ikan air tawar serta menyajikan menu masakan ikan bagi wisatawan.

"Pelatihan itu diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul bekerja sama dengan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta," kata Kepala Bidang Pemasaran dan Kemitraan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul C Indriyati S di Bantul, Senin.

Ia mengatakan pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di wilayah pantai Kabupaten Bantul dalam mengolah dan menyajikan menu masakan ikan kepada wisatawan.

Di sela pelatihan yang berlangsung di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mina Cemara, Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden, Bantul, ia mengatakan pelatihan diikuti 40 orang, terdiri atas 25 orang dari Pantai Gua Cemara, 10 orang dari Pantai Baru, dan lima orang dari Pantai Kwaru.

Materi pelatihan yakni mengolah menu udang gimbal, lele pedas manis, lele kremes, dan mengolah rica-rica cakalang.

"Semua materi pelatihan disampaikan oleh beberapa ahli di bidangnya yang berkompenten dan mempunyai pengalaman yang luas dalam mengolah dan menyajikan berbagai menu makanan, termasuk menu khas hasil laut dan air tawar," katanya.

Dengan pelatihan ini, kata dia, diharapkan masyarakat setempat dapat menyajikan ide-ide baru dalam hal menu masakan yang akan dihidangkan kepada wisatawan yang berkunjung ke pantai selatan di wilayah Kabupaten Bantul.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul Bambang Legowo mengatakan sejumlah objek wisata pantai selatan di wilayah ini merupakan penyumbang terbesar pemasukan retribusi sektor pariwisata daerah ini.

"Sekitar 90 persen pemasukan retribusi sektor pariwisata di Kabupaten Bantul berasal dari objek wisata pantai selatan," katanya.

Menurut dia, realisasi pendapatan dari retribusi sektor pariwisata Kabupaten Bantul pada 2011 sebesar Rp5,30 miliar, atau mencapai 102 persen dari target Rp5,25 miliar.

"Target pendapatan sebesar itu merupakan target sebelum perubahan yang besarnya Rp4,65 miliar. Jumlah itu sebagian besar disumbang oleh pemasukan dari retribusi masuk objek wisata pantai selatan," katanya.(H008)



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026