
90 persen kanker anak bisa disembuhkan

Jogja (ANTARA Jogja) - Tingkat kesembuhan anak-anak penderita kanker bisa mencapai 90 persen, atau lebih tinggi dibanding tingkat kesembuhan orang dewasa yang menderita penyakit itu.
"Penyakit kanker yang menyerang anak-anak sangat mungkin disembuhkan. Sembilan dari 10 anak yang menderita kanker bisa disembuhkan," kata ahli kanker anak Prof Dr Sutaryo dalam pembukaan International Confederation of Childhood Cancer Parent Organizations (ICCPO) di Yogyakarta, Minggu.
Menurut dia, tingginya tingkat kesembuhan kanker pada anak-anak karena sel tubuh pada anak-anak masih memiliki kemampuan yang baik, bahkan pada anak berusia kurang dari satu tahun memiliki kemampuan regresi spontan.
Kemampuan regresi spontan tersebut, kata Sutaryo bisa menjadi "senjata" untuk melawan kanker neuroblastoma stadium 1 secara alami, sehingga penyakit itu bisa sembuh dengan sendirinya tanpa ada pengobatan apa pun.
Di beberapa negara, kata dia, tingkat kesembuhan kanker pada anak sudah mencapai 98 persen, dan di Yogyakarta tingkat kesembuhannya mencapai sekitar 80-90 persen, seperti untuk kanker ginjal dan leukimia.
"Untuk kanker neuroblastoma stadium 4, tingkat kesembuhannya sekitar 50-60 persen, tetapi untuk stadium 1 mencapai 90 persen," katanya.
Selain itu, lanjut dia, tingginya tingkat kesembuhan kanker pada anak-anak juga disebabkan semakin majunya ilmu pengobatan kanker.
Salah satu kemajuan dalam ilmu pengobatan kanker adalah melalui metode "stem cell", dan juga transplantasi sumsum tulang belakang yang semakin mudah dilakukan karena metodenya mirip dengan transfusi darah.
"Sedangkan untuk retino blastoma, bisa disembuhkan dengan melakukan terapi pada bagian mata saja, tanpa harus melakukan pengobatan untuk seluruh tubuh. Sudah ada semacam alat seperti kateter ke mata," katanya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa deteksi dini kanker adalah hal yang paling penting dilakukan, karena semakin cepat diketahui, maka semakin mudah untuk diobati.
Beberapa gejala yang harus diwaspadai saat melakukan deteksi dini kanker, di antaranya adalah munculnya benjolan yang tidak biasa, perdarahan yang tidak biasa, demam dalam waktu lama, dan anemia.
"Jika gejala-gejala itu muncul, maka yang harus dilakukan adalah segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit untuk memastikan penyebabnya," katanya.
Sedangkan untuk mencegah kanker dapat dilakukan dengan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan sehat, dan tidak merokok.
"Rokok bisa menyebabkan kanker. Kanker tidak muncul seketika, tetapi baru muncul lima hingga 15 tahun lagi," katanya.
Minyak goreng yang dipakai berulang-ulang juga bisa menjadi penyebab kanker, karena akan mengubah sel menjadi bersifat ganas.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghuffron mengatakan deteksi dini sangat penting dilakukan untuk mengetahui penyakit kanker.
Ia mengatakan jumlah biaya kesehatan di Indonesia adalah sekitar Rp70 triliun per tahun, dan 40 persen di antaranya digunakan untuk pengobatan penyakit tidak menular di antaranya kanker.
"Oleh karena itu, pemerintah memiliki program jaminan kesehatan masyarakat. Besarnya pun akan diupayakan untuk ditingkatkan," katanya.
Saat ini, jaminan kesehatan tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan 76,4 juta orang dan diharapkan pada 2013 bisa ditingkatkan menjadi 86 juta orang.
(U.E013)
Pewarta :
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
