Logo Header Antaranews Jogja

Gunung Marapi kembali meletus disertai abu vulkanik

Rabu, 2 Mei 2012 10:08 WIB
Image Print
Gunung Marapi di Sumatera Barat (antaranews.com)

Bukittinggi (ANTARA Jogja) - Gunung Marapi di antara Kabupaten Tanahdatar dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, meletus kembali disertai semburan abu vulkanik pada Rabu pagi.

Semburan abu vulkanik dari Gunung Marapi yang berketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut diperkirakan setinggi 100-150 meter dari puncak kawah.

Semburan abu vulkanik gunung itu berlangsung sekitar 10 menit pada pukul 07.15 WIB. Setelah semburan abu vulkanik pada pukul 07.15 WIB itu menghilang, sekitar pukul 08.10 WIB gunung kembali menyemburkan abu vulkanik.

Semburan abu vulkanik yang kedua kali pada pukul 08.10 WIB itu berlangsung selama 15 menit. Setelah itu, gunung tidak lagi terlihat menyemburkan abu vulkanik karena tertutup kabut asap.

Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Pos Pemantauan Gunung Api Bukittinggi Suparmo mengatakan, abu vulkanik yang disemburkan gunung itu hanya tipis dan diperkirakan jatuh di sekitar lereng gunung.

Ia mengatakan, gunung masih berstatus waspada level II dan berharap masyarakat di sekitar gunung serta para pendaki untuk tidak mendaki pada radius tiga kilometer dari puncak gunung.

Peningkatan aktivitas Gunung Marapi terjadi 3 Agustus 2011 dan sempat mengeluarkan abu vulkanik berbau belerang dengan ketinggian mencapai 1.000 meter, dan menjangkau sejumlah daerah seperti Agam, Tanahdatar, Padangpariaman, dan Padangpanjang.

Salah satu gunung aktif di Sumbar itu terakhir kali meletus pada 2005. Dalam kondisi aktif normal, gunung yang berdampingan dengan Gunung Singgalang dan Tandikek itu menjadi salah satu tujuan bagi pendaki dari dalam maupun dari luar Sumatera Barat.

Setiap pergantian tahun, Gunung Marapi selalu ramai oleh pendaki. Akses pendakiannya mudah dicapai. Jalur pendakian dimulai dari Kotobaru, Tanahdatar.

Kawasan Gunung Marapi merupakan area konservasi di Sumbar, yakni Suaka Alam Merapi.

Sejak akhir abad 18 hingga 2008 tercatat sudah 454 kali meletus, 50 di antaranya dalam skala besar. Saat dalam status siaga, Kota Bukittinggi merupakan salah satu daerah evakuasi. (KR-HMR)



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026