
Libatkan masyarakat jadi tuan rumah "sail komodo"

Kupang (ANTARA Jogja) - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur melibatkan seluruh masyarakat daerah itu untuk bersama-sama menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan 'Sail Komodo' 2013.
"Ini ivent internasional dan kami ingin melibatkan semua komponen masyarakat daerah untuk ikut terlibat. Kami ingin menjadi tuan rumah yang baik dengan memberikan kesan positif bagi semua wisatawan yang datang ke Labuan Bajo pada acara puncak penutupan 'Sail Komodo' 2013," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Rofinus Mbon, Selasa.
Dia mengemukakan hal itu melalui pesan singkat, terkait kesiapan daerah itu untuk menjadi tuan rumah acara puncak penutupan 'Sail Komodo' 2013.
Mengenai kesiapan penginapan, dia mengatakan, dari segi fasilitas penginapan cuku untuk menampung wisatawan yang datang ke Manggarai Barat.
"Jumlah hotel di Labuan Bajo cukup untuk melayani tamu Sail Komodo, walaupun tidak memenuhi harapan karena hotel bintang yang ada saat ini hanya ada tiga," katanya.
Dia mengatakan, jumlah hotel yang ada di Kabupaten Manggarai Barat, pulau Flores bagian barat itu tercatat 40 buah, termasuk tiga hotel berbintang, dengan jumlah kamar 575 dan tempat tidur 770 buah.
Artinya, dengan jumlah ini bisa menampung tamu dalam jumlah yang cukup banyak, tetapi kalau dari segi kelayakan, mungkin tidak terlalu layak, khusus untuk para tamu pebisnis, katanya.
Dia berharap, para tamu dapat memahami kondisi yang ada di Manggarai Barat saat ini, karena bagaimanapun, daerah itu baru menjadi sasaran kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun terakhir ini.
"Saya kira ke depan, hotel-hotel berbintang akan banyak tumbuh, seiring dengan perkembangan kunjungan wisatawan ke daerah itu," katanya.
Acara pembukaan 'Sail Komodo' direncanakan berlangsung di Jakarta pada Mei dan dilanjutkan di Kupang pada Juli 2013 atau bertepatan dengan kedatangan peserta 'Sail Komodo' dari berbagai negara di dunia.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setempat, Abraham Klakik, secara terpisah menjelaskan, para peserta Sail Komodo yang tiba di Kupang akan dibagi dalam dua rute pelayaran melewati semua kabupaten di provinsi kepulauan itu.
Para peserta akan bertemu di Labuan Bajo pada bulan September dan dilakukan acara penutupan sekaligus melepas para peserta yang akan melanjutkan perjalanan ke daerah lain di Indonesia, kata Abraham Klakik.
Menurut dia, Sail Komodo ini bertujuan memperkenalkan calon wisatawan, baik asing maupun nusantara, memperkuat sistem promosi Sail Komodo dengan titik persinggahan kapal, menjadikan NTT sebagai pintu masuk kapal layar dan kapal pesiar dari Asia Pasifik dan Australia.
Selain itu, untuk memotivasi masyarakat menjadikan sektor pariwisata sebagai sumber pendapatan dan diharapkan bisa menjadi even tetap dan menjadikan NTT sebagai wisata unggulan.
Rofinus menambahkan, sebagai tuan rumah, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah atraksi budaya untuk menghibur para tamu yang datang ke wilayah paling barat Pulau Flores itu.
"Sekarang kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kami memasang berbagai spanduk di sudut-sudut kota yang intinya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang baik," katanya.
Dia berharap, semua wisatawan datang ke daerah itu bisa menyebarluaskan keunggulan daerah itu kepada sahabat dan kenalan agar mereka mau mengunjungi wilayah itu.
(B017)
Pewarta :
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
