Logo Header Antaranews Jogja

Sleman selenggarakan orientasi program KB bagi kades

Selasa, 31 Juli 2012 15:24 WIB
Image Print
Ilustrasi program KB (foto dokterbagus.com)

Jogja (ANTARA Jogja) - Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan orientasi program keluarga berencana bagi kepala desa se-Kabupaten Sleman, Selasa.

Kepala Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Sleman dr Endang Pujiastuti M Kes mengatakan tujuan diadakannya orientasi program KB tersebut untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan aparat desa dalam program Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

"Diharapkan kepala desa atau aparat desa dapat memberikan penjelasan dengan benar tentang Program Kependudukan dengan perilaku hidup berwawasan kependudukan, Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Program Keluarga sejahtera dan pemberdayaan keluarga," katanya.

Menurut dia, kepala desa sangat mendukung sekali dengan program ini, untuk itu kegiatan pendataan keluarga perlu dioptimalkan dan dukungan pemerintah desa sangat menentukan keberhasilan tercapainya target sasaran pembinaan bidang KB dan Kependudukan di Kabupaten Sleman.

"Orientasi program KB bagi Kepala Desa se Kabupaten Sleman di selenggarakan dalam dua angkatan, angkatan pertama dilaksanakan pada 31 Juli 2012 dan untuk angkatan ke dua akan dilaksanakan setelah Idul Fitri," katanya.

Sedangkan peserta orientasi adalah seluruh kepala desa se Kabupaten Sleman sebanyak 86 orang yang di bagi dua angkatan, angkatan pertama berjumlah 39 orang dan angkatan ke dua berjumlah 47 orang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman dr Sunartono M.Kes mewakili Bupati Sleman mengatakan bahwa dukungan pemerintah desa untuk tercapainya sasaran pembinaan KB dan kependudukan sangat menentukan.

"Terlebih di masyarakat kita belum begitu familiar dengan Perilaku Hidup Berwawasan Kependudukan (PHBK). Pola hidup ini merupakan upaya untuk memberdayakan anggota keluarga dan masyarakat agar peduli untuk tahu, mau dan mampu mempraktikkan kehidupan berwawasan kependudukan serta berperan aktif dalam gerakan kependudukan dan KB di masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, jumlah penduduk yang sangat besar tentu akan mengurangi berbagai sumber daya yang dimiliki.

"Peningkatan jumlah penduduk secara alami masih dapat dimaklumi namun tidak sampai mengalami `booming`. Untuk itu diperlukan dukungan semua pihak untuk mengendalikan masalah kependudukan ini. Tidak hanya sebatas pada kebijakan namun harus disertai komitmen dari seluruh elemen masyarakat serta karya nyata," katanya.

(V001)



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026