Logo Header Antaranews Jogja

Pantai Glagah mulai dipadati pengunjung

Minggu, 19 Agustus 2012 16:35 WIB
Image Print
Wisatawan menikmati perahu di laguna atau danau buatan di Pantai Glagah (Foto antarafoto.com)

Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Pantai Glagah di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai dipadati pengunjung yang jumlahnya sekitar 1.000 orang pada Lebaran hari pertama, Minggu.

"Jumlah pengunjung Pantai Glagah hingga pukul 15.30 WIB sudah mencapai sekitar 1.000 orang. Kami optimistis jumlahnya akan terus bertambah hingga menjelang malam," kata petugas administrasi Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Glagah Agus Subiyanto di Kulon Progo.

Ia mengatakan pengunjung Pantai Glagah masih didominasi wisatawan dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Wisatawan dari Daerah Istimewa Yogyakarta, maupun sekitar Kulon Progo masih sedikit, karena mereka umumnya masih saling kunjung atau halal bil halal dengan sanak-saudara.

"Dari pantauan kami, pengunjung pantai ini umumnya menikmati laguna atau danau buatan, dan kawasan dermaga bagian timur," katanya.

Selain itu, kata dia, wisatawan juga menikmati kebun buah naga yang berada di tengah-tengah Pantai Glagah.

Menurut dia, jumlah pengunjung Pantai Glagah diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Sabtu (25/8) dan Minggu (26/8), atau menjelang berakhirnya masa libur sekolah.

"Kami menargetkan jumlah pengunjung pada Sabtu dan Minggu mendatang 7.000 orang lebih," katanya.

Berdasarkan data pada Lebaran 2011 jumlah pengunjung Pantai Glagah mencapai puncaknya hingga mencapai 9.000 orang.

Menurut dia, pentas musik dangdut pada Rabu (22/8) akan menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan. "Pentas musik dangdut menjadi harapan kami, dengan jumlah pengunjung yang semakin meninggkat, dan target pendapatan dari retribusi sebesar Rp200 juta tercapai," katanya.

Ia mengatakan harga tiket untuk masuk ke kawasan Pantai Glagah tidak mahal. Setiap orang hanya dipungut Rp3.000, kendaraan bermotor roda dua Rp1.500, dan kendaraan pribadi maupun bus dikenai retribusi Rp5.000.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026