Enam pengunjung Pantai Parangtritis terseret ombak

id enam tenggelam di paris

Enam pengunjung Pantai Parangtritis terseret ombak

Rambu-rambu bahaya yang dipasang di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, DIY (Foto ANTARA/Sidik)

Bantul (ANTARA Jogja) - Enam orang pengunjung Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sempat terseret ombak, dan nyaris tenggelam, namun akhirnya berhasil diselamatkan.

"Keenam pengunjung itu merupakan rombongan anak muda yang mandi terlalu ke tengah pantai, tetapi Alhamdulillah berhasil kami selamatkan," kata Komandan Regu II Tim SAR Pantai Parangtritis, Bantul Yulianta di Bantul, Kamis.

Menurut dia, kasus kecelakaan laut yang menimpa rombongan pengunjung asal Sukoharjo (Jawa Tengah) terjadi pada Senin (20/8) lalu sekitar pukul 14.05 WIB, lokasi terseret ombak berada di sebalah barat posko Induk SAR.

"Sebelum terseret ombak mereka memang sudah mandi terlalu ke tengah dan tidak megindahkan imbauan kami, jadi begitu mereka terseret ombak dan berhasil kita selamatkan, setelahnya mereka dan teman-temannya kapok," katanya.

Ia mengatakan lokasi tempat terseretnya keenam pengunjung tersebut merupakan palung atau bibir pantai yang memiliki struktur arus deras dibawahnya sehingga bisa menyeret pengunjung ke tengah, dan ini tidak disadari pengunjung.

Menurut dia, untuk menghindari korban tenggelam, selama libur Lebaran ini tim SAR menerjunkan kekuatan penuh sebanyak 34 personel yang berjaga tiap shift, selain itu juga ada tambahan personel dari Polisi Air Laut setempat.

"Semua personel kita bagi untuk mengoptimalkan pengawasan terutama di titik-titik palung, dan memasang rambu-rambu bahaya di sekitar palung, agar pengunjung tidak mandi di kawasan itu," katanya.

Ia menyebutkan setidaknya ada sekitar lima hingga enam palung yang terdapat di sepanjang pantai Parangtritis, keberadaan palung tersebut berpindah-pindah dan akan kelihatan jika kondisi air laut surut.

"Keberadaan palung itu akan kelihatan kalau air laut surut, namun jika air pasang maka tidak terlihat, makanya titik-titik ini perlu kita waspadai dan dioptimalkan pengawasan," katanya.

(KR-HRI)


Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.