Bantul (ANTARA Jogja) - Produksi padi yang dihasilkan oleh Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan Tani Mulyo Desa Bangunharjo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencapai 12 ton gabah per hektare.
"Kita patut bersyukur dan saya merasa bangga karena produksi hasil panen kelompok ini relatif tinggi sampai 12 ton per hektare," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY Asikin Chalifah di sela peresmian gudang cadangan pangan kelompok Tani Mulyo Bangunharjo, Bantul, Senin.
Menurut dia, dengan produksi tersebut diharapkan jika ada masalah kepemilikan lahan yang sempit bisa saling mengisi, sehingga menciptakan ketahanan pangan untuk semua warga DIY khususnya warga Bantul.
Ia mengatakan, Kecamatan Sewon merupakan salah satu kecamatan di Bantul yang meski masuk dalam peta rawan pangan namun kini dikategorikan mapan pangan, dan itu artinya semua desa di Sewon ini ketahanan pangannya aman.
"Dalam peta menunjukkan berwarna hijau, artinya semua desa di Sewon masuk kategori mantap pangan, kita bersyukur karena di kecamatan tetangga seperti Banguntapan dan Bangunjiwo (Kasihan) masih ada rawan pangan, dalam peta berwarna merah," katanya.
Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya mengapresiasi Gapoktan Tani Mulyo atas produksinya yang tinggi, dan juga fasilitas yang diberikan para pihak, baik provinsi maupun jajaran pemerintah desa dan kecamatan, sehingga hasilnya bisa optimal.
Ketua Gapoktan Tani Mulyo, Bejo Hadi Raharjo mengatakan, gapoktan ini memiliki 15 kelompok tani yang ada di semua desa Bangunharjo dengan lahan garapan seluas 325 hektare. Produksi rata-rata delapan sampai 12 ton per hektare.
Menurut dia, gudang LDPM yang baru diresmikan itu dibangun menggunakan dana hibah dari BKPP DIY sebesar Rp45 juta. Di gudang tersebut tersimpan sebanyak 4,7 ton gabah sebagai cadangan pangan warga Desa Bangunharjo.
"Tiga ton gabah dibeli dengan dana hibah sebesar Rp20 juta, sedangkan sebanyak 1,7 ton gabah adalah cadangan pangan dari para petani, namum jika dalam waktu tiga sampai enam bulan tidak terjadi kerawanan pangan, cadangan gabah itu akan dijual untuk dibelikan yang baru," katanya.
Dalam peresmian gudang LDPM itu, Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul juga menyerahkan bermacam bantuan alat pascapanen kepada Gapoktan Tani Mulyo, di antaranya dua unit power trasher (perontok padi), 10 unit pedal "trasher" bermesin, serta 24 lembar terpal.
(KR-HRI)
