
Curhat Ibu Ani Yudhoyono tentang sulam

Jakarta (ANTARA Jogja) - Bagi Ibu Negara Ani Yudhoyono, sulam-menyulam bukanlah barang baru dalam hidupnya, namun pengalamannya cukup berwarna dalam menjalani hal itu.
Di masa mudanya, Ani Yudhoyono mengaku dirinya telah mengenal sulam, namun sayangnya dia tidak mahir dalam hal itu. "Kalau dulu saya orangnya agak tomboy, kalau menyulam benangnya kusut terus," ungkapnya saat memberikan sambutan pembukaan Festival Sulam dan Bordir Internasional 2012 di Jakarta, Kamis.
Ani pun mengaku meski tidak mahir dalam menyulam, namun ia menyukai hasil karya sulaman. Dirinya bercerita pernah pada suatu saat di Vietnam, menyaksikan seorang perempuan yang menyulam tanpa menggunakan pola di kainnya.
"Di Vietnam, saya menyaksikan membuat lukisan tanpa pola, jadi mengunakan satu wahana, seperti kain, dan membordir halus tanpa pola, polanya ada di otaknya. Hasil sulaman saya tidak sebagus itu," katanya mengagumi si penyulam.
Ani Yudhoyono mengatakan dirinya mengagumi motif-motif sulaman dari tanah air seperti seperti sulam Tumpar, sulam Kerawang, sulam Tapis, sulam Suji Cair, sulam Timbul, dan sulam Bayangan. Kekagumannya terutama pada sulam asal Sumatera Barat yang memiliki pola-pola dan teknik sulam dengan kembang.
Ia pun memamerkan selendang bermotif sulaman Bayang asal Sumatera Barat berwarna biru yang ia kenakan kepada para hadirin.
Ani juga bercerita, dalam kunjungannya ke luar negeri, dirinya juga beberapa kali membeli barang-barang bermotif sulaman.
Selain itu, ia mengaku memiliki sarung bantal bermotif sulaman yang kadangkala sayang kalau dipakai. "Bantal saya juga ada sulam, kadang saya agak takut-takut menyender," katanya disambut tawa hadirin.
Sementara itu, pada akhir acara pembukaan, Ani menyempatkan diri berkunjung ke berbagai stand termasuk stand demo dalam menyulam.
Festival Sulam dan Bordir Internasional 2012 diselenggarakan di Jakarta Convention Centre mulai 4 Oktober hingga 7 Oktober.
(M041)
Pewarta :
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
