
Korban Merapi ingin lahan segera dapat digarap

Sleman (ANTARA Jogja) - Penolakan warga korban erupsi Gunung Merapi di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terhadap perintah penghentian penambangan pasir di lahan pekarangan tidak semata-mata demi mendapat hasil dari penjualan pasir.
"Kami justru tidak berpikir kearah tersebut, yang kami inginkan adalah lahan segera dapat digarap kembali untuk pertanian," kata Sudilah warga Desa Kepuharjo, Cangkringan, Jumat.
Menurut dia, dirinya justru mempersilahkan siapa saja yang mau mengeruk pasir di pekarangan miliknya secara gratis.
"Yang penting lahan bisa kembali seperti semula, kami bisa segera bertani lagi," katanya.
Warga lain Karjo Wiyono mengatakan tanpa reklamasi, bibit tanaman tidak bisa tumbuh subur.
"Setahun lalu kami menanam singkong di lahan tersebut dan ternyata tidak bisa tumbuh dan akhirnya mati sebelum berbuah" katanya.
Ia mengatakan, pertumbuhan jauh berbeda dengan di lahan yang telah direklamasi atau direfungsionalisasi.
"Di lahan pasir, rumput pun tidak tumbuh sementara di lahan reklamasi pertumbuhan tanaman tampak sejak usia dua pekan," katanya.
Ia mengatakan, tanpa reklamasi atau refungsionalisasi lahan, warga akan menganggur karena bercocok tanam merupakan mata pencaharian utama sebelum erupsi 2010. "Kami tak mau selalu mengandalkan bantuan pemerintah," katanya.
Sebelumnya Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Sleman mengirimkan surat bernomor 545/1182 ke seluruh kepala desa di lereng Merapi yang melarang penambangan pasir di lahan pekarangan milik warga.
(V001)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
