Kraton Yogyakarta selenggarakan "grebek besar"

id Kraton Yogyakarta selenggarakan grebek besar

Kraton Yogyakarta selenggarakan "grebek besar"

Prajurit Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat membawa gunungan "grebeg besar" (Foto ANTARA/Mamiek)

Yogyakarta, 26/10 (ANTARA) - Kraton Ngayogjakarta Hadiningrat, Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan upacara "Grebek Besar" dalam rangka memperingati hari raya Idul Adha 1433 Hijriyah, Jumat.

"Selain untuk memperingati Idul Adha `Grebek Besar` dilakukan sebagai wujud rasa syukur kerabat keraton terhadap Allah dengan membagi-bagikan hasil bumi," kata GBH Yudhaningrat di Yogyakarta, Jumat.

Upacara itu berupa iring-iringan lima gunungan yang merupakan hasil bumi untuk dipersembahkan kepada masyarakat.

Iringan gunungan tersebut dikawal oleh ratusan pasukan prajurit keraton dari "Siti Hinggil" menuju Masjid Agung Kauman melewati alun-alun utara.

Selanjutnya gunungan diberi doa oleh penghulu keraton sebelum menjadi rebutan masyarakat yang telah menunggu sejak pagi di kawasan keraton.

Yudhaningrat mengatakan acara adat tahunan tersebut juga dilakukan sebagai wujud pengorbanan Sultan Hamengku Buwono X kepada keluarga dan rakyatnya.

Selain itu, lanjut dia, upacara juga diselenggarakan sebagai sarana pertemuan antara rakyat dan pemimpin Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Ini juga dilakukan untuk memberi ruang kepada rakyat dan pemimpin untuk saling menyapa," katanya.

Menurut dia hari-hari besar Islam selalu diperingati karena keberadaan keraton Yogyakarta, kata dia, selain menganut adat Jawa juga mengadopsi kekhalifahan islam.

"Karena kami juga menyerap ajaran-ajaran islam maka selain grebeg besar, kami juga mengadakan grebeg syawal dan grebek maulud," katanya.

Upacara ini tidak hanya menarik wistawan lokal melainkan juga mancanegara.

Wisatawan dari Jerman, Lia yang berada di lokasi mengaku tertarik dengan upacara tersebut meskipun tidak memahami maksud penyelenggaraanya.

"Ini pertama kali saya melihat acara serperti ini dan ini menarik," katanya.

Menurut Lia selain unik, tabuhan iring-iringan prajurit keraton dalam acara tersebut dapat menjadi sarana terapi kesehatan baginya.

(KR-LQH)

Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar