
17 perusahaan entaskan warga miskin Kulon Progo

Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Sebanyak 17 perusahaan nasional maupun nasional bersedia menjadi bapak asuh dalam program percepatan pengentasan keluarga miskin di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Perusahaan yang siap menjadi babak asuh dalam program pengentasan keluarga miskin yakni Bank BPD DIY, PD Bank Pasar Kulon Progo, PT Jogja Magasa Iron, PT Pegadaian, PT Grafitecindo Ciptaprima, PT Sansico Natura Resources, CV Karya Hidup Sentosa, BRI, PT Selo Adikarto, PDAM Tirta Binangun, Natasha Skin Care, Bank Indonesia, Petra Konsulindo Utama, Bambang Sukmono Hadi, PT Sinar Waluyo, PT K-24 Indonesia, dan Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan dan Koalisi Kependudukan.
"Kami melakukan pendekatan secara pribadi. Ke 17 perusahaan ini siap membantu Pemerintah Kulon Progo untuk mempercepat pengentasan kemiskinan. Kami ingin, 23 persen penduduk miskin di Kulon Progo, berkurang hingga dibawah 10 persen pada 2013," kata Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Selasa.
Dia mengatakan, 17 perusahaan tersebut akan membina 22 desa yang tersebar di 12 kecamatan Kabupaten Kulon Progo. Sedangkan 66 desa masih menunggu bantuan dari perusahaan dan dermawan untuk melakukan pendampingan yakni menjadi babak asuh.
"Sebanyak 17 perusahaan sudah menegaskan komitmen membina keluarga miskin di 22 desa di Kulon Progo. Komitmen tercapai setelah pemkab setempat mencanangkan program desa binaan menuju desa bebas kemiskinan. Program secara resmi akan dilaunching Gubernur DIY, Rabu (7/11) ini di Waduk Sermo, Kokap," kata bupati.
Dia menyatakan, perusahaan yang sudah berkomitmen membina desa akan mendapat piagam dari gubernur. Pada desa binaan juga akan dipasang prasasti perusahaan yang menjadi pembina. "Kami berharap ini akan menggugah perusahaan lain untuk mengikuti langkah mereka menjadi bapak asuh," katanya.
Hasto mengatakan, program sendiri merupakan tindak lanjut launching album kemiskinan yang kami bedah dan jabarkan dalam bentuk langkah strategis pengentasan kemiskinan.
"Jadi dalam bedah kemiskinan itu, semua data tentang kemiskinan diurai hingga pada masing-masing kepala keluarga. Uraian meliputi diagnosis sampai pada tahap rekomendasi, kata Hasto.
Program ini, kata Hasto, diharapkan kemiskinan di Kulon Progo dapat segera terentaskan, melalui optimalisasi corporate social responsibility (CSR) perusahaan.
Kata dia, perusahaan terutama BUMN tidak terjun langsung secara teknis untuk membina desa yang dipilih. Sebab, data serta rekomendasi untuk menangani kemiskinan akan menjadi tanggung jawab Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).
"Tinggal aksinya nanti menggunakan dana dari perusahaan. Dan yang terpenting bagi perusahaan pembina ini adalah mereka harus memiliki data kemiskinan. Dan itu disiapkan Bappeda," kata bupati.
(KR-STR)
Pewarta :
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
