Logo Header Antaranews Jogja

Yogyakarta perlu bangun lahan parkir di perbatasan

Kamis, 8 November 2012 14:35 WIB
Image Print
ilustrasi. infopublik.kominfo.go.id (parkir sepeda motor)

Jogja (ANTARA Jogja)- Pengamat Transportasi dari Universitas Gadjah Mada Joewono Soemardjito mengatakan Pemerintah Kota Yogyakarta perlu membangun fasilitas "park and ride" atau lahan parkir di setiap daerah perbatasan untuk mengantisipasi kepadatan pengguna kendaraan bermotor yang masuk kota.

"Lahan-lahan parkir dengan mekanisme pengguna kendaraan yang ingin memasuki kota beralih menggunakan kendaraan umum tersebut perlu dibangun di perbatasan-perbatasan kota Yogyakarta," katanya di Yogyakarta, Kamis.

Selain mengantisipasi jumlah kendaraan pribadi yang masuk, kata dia, hal itu juga berfungsi untuk menambah pengguna moda transportasi Trans Jogja yang selama ini masih belum optimal meraih jumlah penumpang.

Menurut Joewono persoalan peningkatan kendaraan bermotor di Kota Yogyakarta harus segera diantisipasi guna menghindari kemacetan yang saat ini sudah mulai kerap terjadi di beberapa titik.

"Kalau tidak ingin terlanjur macet seperti rutinitas yang terjadi di DKI Jakarta, maka jumlah pengguna kendaraan bermotor yang masuk kota harus diantisipasi dengan berbagai upaya," katanya.

Menurut dia, Yogyakarta sebagai kota pendidikan sekaligus pariwisata berpotensi terjadi kepadatan pengguna kendaraan bermotor yang kemudian memicu permasalahan lalu lintas seperti DKI Jakarta.

Permasalahannya peningkatan jumlah pengguna kendaraan di Yogyakarta, kata dia, masih belum disertai dengan pembangunan infrastruktur yang optimal.

Data BPS menyebutkan hingga tahun 2010 kendaraan pribadi di Kota Yogyakarta berjumlah 234.335 unit yang terdiri atas 36.533 mobil dan 197.802 sepeda motor.

Sementara itu, lanjut dia, data Kantor Pelayanan Pajak Provinsi DIY mencatat jumlah kendaraan bermotor baru khusus di Kabupaten Sleman mencapai 30.241 unit yang terhitung sejak Januari hingga Agustus 2010 di mana jumlah tersebut terus meingkat 9 persen setiap tahunnya.

Joewono menegaskan agar langkah sosialisasi pemerintah kepada masyarakat berupa imbauan untuk memprioritaskan kendaraan umum harus tetap dilakukan melalui berbagai media.

"Dulu masyarakat Yogyakarta terkenal dengan kebiasaan masyarakatnya yang lebih memilih menggunakan sepeda daripada sepeda motor tetapi sekarang tidak lagi", katanya.

(T.KR-LQH)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026