
Joyokusumo lepas ratusan warga "mubeng beteng" keraton

Jogja (ANTARA Jogja) - Adik Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X, GBPH Joyokusumo melepas ratusan warga dan abdi dalem yang melakukan ritual budaya "lampah mubeng beteng" atau berjalan mengelilingi benteng keraton, Kamis dini hari.
Upacara pelepasan ratusan warga dan abdi dalem yang melakukan ritual budaya dalam rangka menyambut 1 Sura itu dilaksanakan di Keben, Kompleks Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Sebelum upacara pelepasan dilakukan pembacaan kidung dan doa bersama mulai pukul 23.00 WIB.
Selanjutnya, tepat pukul 24.00 WIB ratusan warga dan abdi dalem mulai menjalankan ritual budaya "lampah mubeng beteng" tanpa berbicara menempuh jarak sekitar lima kilometer.
Rombongan abdi dalem yang berpakaian adat Jawa berada di depan dengan membawa bendera Merah Putih, Dwaja Budi Wadu Praja, Bangun Tulak, Pandhan Binetot, Pare Anom, Padang Ngisepsari, dan Megakampak diikuti warga.
Ritual dimulai dari Keben melewati Jalan Rotowijayan, Jalan Kauman, Jalan Agus Salim, Jalan Wahid Hasyim, Suryowijayan, Pojok Beteng Kulon, Jalan Letjen MT Haryono, Jalan Mayjen Sutoyo, Pojok Beteng Wetan, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Ibu Ruswo, Alun-alun Utara, dan berakhir di Keben.
Iring-iringan peserta ritual budaya itu membentuk barisan sepanjang sekitar 500 meter. Meskipun berjalan dalam barisan yang cukup panjang, mereka tidak berbicara selama perjalanan.
Seorang abdi dalem, Danu Wresni mengatakan pada saat "lampah mubeng beteng" para peserta dilarang berbicara, makan, minum, dan merokok. Mereka diminta memperbanyak dzikir, takbir, tahmid, dan memanjatkan doa kepada Tuhan.
Menurut dia, selama menjalani ritual tersebut mereka memanjatkan doa memohon keselamatan lahir dan batin serta kesejahteraan bagi diri pribadi, keluarga, bangsa, dan negara.
"Jadi, saat berjalan membisu, mereka memanjatkan doa kepada Tuhan agar diberi keselamatan dan kesejahteraan. Tujuan dari ritual tersebut adalah mengajak masyarakat untuk bersyukur kepada Tuhan, memohon keselamatan dan kesejahteraan," katanya.
(B015)
Pewarta :
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
