Logo Header Antaranews Jogja

Nelayan pantai selatan Bantul kembali melaut

Selasa, 15 Januari 2013 18:26 WIB
Image Print
Nelayan menarik perahu usai melaut (Foto Antara/Noveradika)

Bantul (ANTARA Jogja) - Kalangan nelayan di pesisir pantai selatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, beberapa hari ini kembali melaut setelah selama sepekan sebelumnya tidak berani melaut akibat gelombang pantai tinggi.

"Rekan-rekan kami (nelayan) sudah dua hari ini mulai melaut, kemarin selama lima hari tidak berani melaut akibat gelombang tinggi," kata Ketua II Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Depok, Parangtritis, Bantul Daryono di Bantul, Selasa.

Menurut dia, selama sepekan lalu gelombang pantai tersebut sangat tinggi mencapai tiga hingga empat meter ditambah dengan angin kencang sehingga membahayakan keselamatan nelayan jika memaksakan untuk melaut.

Namun, kata dia, mulai Senin (14/1) gelombang pantai setempat mulai stabil dan landai sehingga kalangan nelayan kembali melaksanakan aktivitas untuk mencari ikan di laut dengan perahu.

"Kemarin (Senin) yang masuk laut ada lima perahu dengan 10 nelayan, dan hari ini bertambah menjadi sepuluh perahu. Mungkin besok yang melaut makin bertambah lagi karena gelombang pantai Alhamdulillah mulai normal," kata dia.

Ia mengatakan, tangkapan ikan nelayan selama dua hari terakhir juga menguntungkan, rata-rata satu perahu bisa menangkap seberat satu kuintal hingga 1,2 kuintal berbagai jenis ikan yang kemudian dipasarkan di TPI maupun warung kuliner setempat.

"Biasanya kalau nelayan sudah melaut dan hasilnya bagus, maka jumlah nelayan yang melaut makin bertambah banyak. Di pantai Depok ini terdapat sebanyak 40 perahu yang rutin untuk dipakai melaut, tiap perahu dioperasikan dua nelayan," katanya.

Sementara, ketua nelayan pantai Baru Pandansimo Bantul, Suyanto mengatakan, sudah dua hari ini nelayan setempat mulai melaut karena gelombang pantai mulai stabil, dibanding hampir dua pekan sebelumnya gelombang tinggi di sertai angin kencang.

Ia menyebutkan, di pantai tersebut terdapat sebanyak 54 nelayan dengan 27 perahu yang sejak tanggal 5 Januari lalu semuanya tidak melakukan aktifitas karena cuaca ekstrim yang mengakibatkan gelombang tinggi dan angin kencang.

"Sudah dua hari ini mereka mulai turun (melaut) menyusul gelombang pantai sudah landai dan stabil," katanya ketua Kelompok Pemasar Ikan (Poklasar) setempat ini.

Ia mengatakan, hasil tangkapan ikan tiap perahu rata-rata satu kuintal dengan berbagai ikan yang paling dominan seperti ikan layur, bawal putih, cakalang dan ikan campur.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026