
Distan minta harga daging sapi tidak dipermainkan

Jogja (ANTARA Jogja) - Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta penyedia daging sapi di daerah setempat untuk tidak mempermainkan harga daging di pasaran karena sebelumnya harga telah disepakati tidak melebihi Rp84.000 per kilogram.
"Jangan sampai ada permainan harga daging sapi karena sebelumnya untuk bulan-bulan ini antara pemerintah dan kalangan pengusaha serta pihak terkait telah sepakat menetapkan harga daging sapi tidak lebih Rp84.000 per kilogram (kg),"kata Kepala Seksi Produksi Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Daerah Istimewa Yogyakarta, Sutarno di Yogyakarta, Jumat.
Sutarno mengatakan dengan memasang harga daging sapi Rp84.000 per kg dan harga timbang hidup sapi Rp32.000 per kg kalangan penyedia daging sapi sudah cukup mendapatkan keuntungan.
"Saya kira harga kesepakatan Rp84.000 per kg (daging sapi) dengan harga timbang hidup tidak kurang dari Rp32.000 per kg pihak produsen saat ini sudah cukup untung,"katanya.
Menurut dia terkait naiknya harga di pasaran yang mencapai Rp95.000 hingga Rp96.000 per kg diindikasikan terjadi permainan yang dimungkinkan terjadi di tingkat peternak, pemotong, atau tengkulak.
"Kami masih akan terus menelusuri titik mana yang mengawali gejolak harga tersebut,"katanya.
Permainan harga tersebut, menurut dia, juga disinyalir mengikuti tren harga daging sapi di Jakarta yang saat ini mencapai Rp90 ribuan sehingga membawa efek psikologis bagi penyedia daging sapi di DIY.
"Ada kemungkinan juga kenaikan harga ini merupakan efek psikologis harga daging di Jakarta yang saat ini mencapai Rp90ribuan,"katanya.
Untuk ketersediaan pasokan daging di DIY, menurut dia, saat ini tidak ada masalah karena jumlah populasi sapi yang ada masih mencukupi.
"Kalau pasokan daging sapi tidak ada masalah. Populasi yang ada masih mencukupi,"katanya.
Data yang dihimpun Distan DIY, selama 2012 jumlah keseluruhan populasi sapi yang tersedia di daerah setempat sebanyak 383.111 ekor yang ditargetkan akan meningkat 11 persen pada 2013 yaitu mencapai 424.839 ekor.(KR-LQH)
Pewarta :
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
