Petani lahan pasir Bantul tanam padi hibrida

id petani

Petani sedang memupuk sawah (Foto Antara/Wahyu Putro)

Bantul (ANTARA Jogja) - Kelompok tani lahan pasir pantai selatan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menaman padi varietas hibrida pada musim hujan sekarang untuk mendapatkan produktivitas tinggi.

"Pada musim hujan tahun lalu, kami sudah uji coba tanam padi hibrida di beberapa hektare. Hasilnya bagus sehingga terus kami kembangkan, jadi musim tanam ini merupakan yang kedua," kata Ketua Kelompok Tani di Dusun Cetan, Desa Srigading "Tangguh Rejeki" Sunardi, Minggu.

Menurut dia, padi varietas hibrida merupakan tanaman dengan produktivitas tinggi rata-rata sekitar sembilan sampai 10 ton gabah kering panen per hektare, sedangkan varietas biasa seperti 64 produktivitas rata-rata tujuh sampai delapan ton per hektare.

Ia mengatakan, di lahan pasir tersebut ada sekitar 40 hektare yang potensial ditanami berbagai tanaman pangan seperti bawang merah dan cabai serta berbagai sayuran yang ditanam saat kemarau.

Akan tetapi, kata dia untuk menyesuaikan dengan cuaca yang ketika saat hujan persediaan air melimpah, maka petani mencoba mengubah pola tanam dengan menyelingi tanaman padi.

Terkait anggapan bahwa padi varietas hibrida rentan terhadap serangan hama wereng pihaknya tidak mempermasalahkan, bahkan terbukti dari hasil uji coba pada beberapa hektare hasilnya bagus.

"Itu tergantung musim dan perawatan tanaman itu sendiri, kalau petani merawatnya telaten, maka serangan hama bisa ditanggulangi," katanya.

Sementara Pelindung kelompok tani Sri Rejeki, Desa Srigading Sugito mengatakan, kelompok yang beranggotakan 65 orang dengan lahan seluas 22 hektare ini cenderung menanam padi kualitas menengah ini, termasuk dirinya yang menggarap lahan seluas 8000 meter.

Menurut dia, padi hibrida merupakan jenis padi dengan produktivitas tinggi di atas padi biasa yang rata-rata 10 ton per hektare, namun tidak dianjurkan Dinas Pertanian setempat karena rentan terhadap serangan wereng.

Ia mengatakan, dinas menganjurkan tanam padi jenis Ciherang, Inpari dan Situbagendit, yang tahan wereng, namun kelompok petani mempunyai cara sendiri dalam mengendalikan serangan hama.

"Kami terapkan sistem tanam benih langsung tidak melalui penyemaian, karena cara ini bisa menguatkan batang dibanding harus disemai lebih dulu. Logikanya hama akan memilih makanan yang lembek ketimbang keras," katanya.

(KR-HRI)

Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar