
PLN dorong produktivitas petani Klaten melalui electrifying agriculture

Yogyakarta (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga mendorong produktivitas petani Klaten dengan Program Electrifying Agriculture bertajuk "ETANIGI" atau Energi Tani Bersinergi.
Peluncuran program berlangsung di Gedung Balai BPT Kecamatan Wonosari pada Rabu (6/5) yang dihadiri Camat Wonosari Sri Wahyuningsih, Pj Lurah Sidowarno Candra, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UIT JBT Irfan Saputra, serta 24 anggota Kelompok Tani Sumber Pangan.
Melalui program ETANIGI, PLN UIT JBT menghadirkan berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan pertanian yang lebih modern dan efisien.
Program tersebut meliputi pembangunan sumur irigasi yang dilengkapi pompa listrik, instalasi jaringan irigasi untuk mengairi hingga 31 hektare lahan sawah, serta penyediaan peralatan penunjang pertanian dan charging station.
Ketua Kelompok Tani Sumber Pangan Ratno menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas pelaksanaan program tersebut di daerahnya.
“Terima kasih kepada PLN UIT JBT yang telah membantu kami. Semoga program ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan pertain dan terus berkelanjutan,” katanya.
Hal senada disampaikan Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Wonosari Alfiyah Eka Fitriya yang mengatakan inovasi tersebut adalah langkah positif dalam mendukung modernisasi pertanian.
“Penggunaan pompa irigasi berbasis listrik dapat membuat operasional pertanian lebih efisien dibandingkan penggunaan bahan bakar solar. Selain itu, adanya sumur irigasi dan peralatan penunjang pertanian akan membantu meningkatkan produktivitas hasil pertanian,” jelas Alfiyah.
Manager PLN UPT Salatiga Ardylla Rommyonegge menambahkan peralihan dari energi fosil (solar) ke energi listrik diproyeksikan mampu menekan biaya operasional secara signifikan sekaligus lebih ramah lingkungan.
"Kami berharap fasilitas sumur irigasi berpompa listrik dan charging station ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Peralihan dari energi fosil ke energi listrik diharapkan mampu menekan biaya operasional pertanian, lebih ramah lingkungan, serta memberikan nilai tambah bagi pendapatan petani," kata Ardylla.
General Manager PLN UIT JBT Handy Wihartady menyatakan bahwa program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini merupakan langkah konkret PLN dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta menyukseskan program Asta Cita Pemerintah.
"Kami ingin memastikan listrik tidak hanya dimanfaatkan sebagai penerangan, tetapi juga menjadi penggerak produktivitas dan ekonomi masyarakat. Pemanfaatan energi bersih di sektor pertanian diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani," ujar Handy.
Program tersebut, lanjut Handy, juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya pada aspek energi bersih dan terjangkau, akses air bersih, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Pewarta : N008
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
