Logo Header Antaranews Jogja

Bantul usulkan pasokan solar bersubsidi setiap hari

Senin, 8 April 2013 23:20 WIB
Image Print
Ilustrasi solar nonsubsidi (antaranews.com)

Bantul (Antara) - Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengusulkan ke Pertamina agar pasokan solar bersubsidi ke stasiun pengisian bahan bakar umum dikirim setiap hari.

"Yang akan kami usulkan paling tidak seperti kemarin, kalau sekarang pasokan dari Pertamina datang dua hari sekali, kalau bisa pasokan setiap hari," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul Sulistyanto, Senin.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga mengusulkan agar penggunaan solar bersubsidi sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM, yaitu dengan memprioritaskan untuk pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), operasional pertanian dan kelautan, mobil ambulans, serta mobil pemadam kebakaran.

"Ini yang akan kami usulkan dalam rapat nanti, entah melalui sistem kupon atau `voucher`, karena dalam Permen ESDM untuk angkutan barang di atas roda empat seharusnya menggunakan BBM nonsubsidi, namun kita lihat justru malah banyak yang antre," katanya.

Menurut dia, kuota solar bersubsidi untuk Bantul pada 2013 sebanyak 28 ribu kiloliter, atau masih sama dengan kuota pada 2012, sehingga setiap bulannya distribusi solar bersubsidi diperkirakan mencapai 2.300 kiloliter.

"Sebetulnya dengan kuota itu untuk Bantul belajar dari tahun lalu mencukupi, karena 2012 lalu terserap sekitar 90 persen, namun karena dari daerah lain habis, kemudian lari ke Bantul, begitu juga sebaliknya, artinya mekasnismenya seperti itu," katanya.

Ia mengatakan, meski begitu kenyataan di lapangan saat ini pasokan datang ke SPBU setiap dua hari sekali, sehingga dalam rapat bersama Pertamina nanti pihaknya akan mempertanyakan apakah kuota BBM bersubsidi jenis solar masih sama atau tidak.

"Salah satunya apakah kuota masih sama atau tidak dengan tahun lalu. Tapi harapan kami pasokan BBM setiap hari terus ada, dan prioritas untuk UKM itu, karena jangan sampai petani tidak bisa ke sawah, UKM tidak bisa berproduksi karena sulit solar," katanya.

Terkait kelangkaan solar bersubsidi di Bantul pihaknya membantah, karena dengan sistem pasokan yang secara bergantian dari SPBU dengan SPBU yang lain kebutuhan solar masih mencukupi kebutuhan.

"Saya katakan di Bantul tidak ada kelangkaan solar, hanya saja kalau di SPBU sini habis, pasti masih ada di SPBU lain, begitu juga sebaliknya, jadi secara keseluruhan setiap hari ada, hanya saja harus antre," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026