
PNS Kulon Progo terima raskin

Kulon Progo (Antara Jogja) - Tim monitoring penyaluran beras untuk keluarga miskin di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menemukan ada pegawai negeri sipil menikmati beras tersebut.
Kepala Bidang Sosial Dinsosnakertrans Kulon Progo Arif Prastowo di Kulon Progo, Jumat, mengatakan, tim monitoring menemukan beberapa PNS guru masuk daftar dan mendapatkan jatah raskin di beberapa tempat pendistribusian.
"Ini akan kami evaluasi, kenapa PNS masuk dalam daftar nama penerima raskin," katanya.
Selain itu, menurut dia, tim monitoring menemukan masih ada pembagian raskin menerapan sistem bagi rata.
Padahal, kata Arif, pihaknya telah berulang kali mengingatkan dan tetap menegaskan bahwa pendistribusian raskin harus sesuai dengan daftar RTS-PM sesuai hasil musyawarah di tingkat desa/kelurahan.
"Namun, dalam praktik pendistribusian raskin alokasi Februari yang dibagi pada Maret, masih ada beberapa titik distribusi membagikan secara merata," kata dia.
Ia mengatakan dalam pendistribusian raskin sebagian tidak sesuai dengan nama dam alamat yang tercantum dalam hasil musyawarah desa, serta kualitas raskin yang tidak merata.
"Di beberapa titik masih ditemukan ada penyaluran raskin yang tidak sesuai nama dan alamat, sehingga jumlahnya tidak sesuai. Namun demikian, banyak desa-desa yang membagikan sesuai aturan 15 kilogram ke penerima manfaat sesuai nama dan alamat yang benar," katanya.
Selain itu, ia mengatakan masih ada beberapa desa yang masih belum menyesuaikan data dan jumlah keluarga miskin.
Hal itu karena adanya perbedaan mekanisme pembagian raskin. Pada 2009 dan 2010, RTS-PM menggunakan kartu raskin, sedangkan saat ini tidak ada.
"Padahal dengan adanya kartu raskin dapat meminimalkan permasalahan atau sebagai solusi dalam mengatasi adanya sistem bagi rata, karena yang berhak dengan kartu raskin dapat mengambilnya. Tahun ini raskin yang sebelumnya di cetak oleh pusat hanya untuk beberapa provinsi saja dan DIY tidak masuk,"katanya.
Petugas pemantau pendistribusian raskin Bulog DIY Taufiq Budi Santoso mengatakan di gudang Bulog terdapat ribuan beras dengan kualitas medium, namun apabila ditemukan tidak standar siap mengganti raskin yang tidak layak konsumsi dengan yang layak konsumsi.
"Kami juga berharap keterlambatan distribusi raskin dibanding kabupaten/kota di DIY akan segera lancar, yang direncanakan pada Mei nanti bisa sebulan dua kali pendistribusian, yakni alokasi April dan Mei, sehingga bulan Juni bisa normal bersama-sama seperti daerah lainnya," katanya.
Jadwal pendistribusian raskin alokasi April yakni Senin (15/4) Kecamatan Samigaluh, Selasa (16/4) Kecamatan Kokap, Rabu (17/4) Kecamatan Kalibawang, Kamis (18/4), Kecamatan Panjatan, Jumat (19/4) Kecamatan Wates, Senin (22/4) Kecamatan Lendah, Selasa (23/4) Kecamatan Nanggulan, Rabu (24/4) Kecamatan Sentolo, Kamis (25/4) kecamatan Girimulyo, Jumat (26/4) kecamatan Pengasih, Senin (29/4) Kecamatan Temon dan Selasa (30/4) Kecamatan Galur.
(KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
