Yogyakarta (Antara Jogja) - Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai Gajah Wong menemukan dan menginventarisasi sebanyak 24 mata air di sungai itu dan masuk wilayah Kota Yogyakarta.
"Dua dari 24 mata air yang telah diinventarisasi tersebut sudah diberi tanda khusus," kata Wakil Ketua Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai (Forsidas) Gajah Wong Purbudi Wahyuni di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, penandaan mata air di Sungai Gajah Wong ditujukan agar kondisi mata air tetap terjaga sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
Penandaan dilakukan dengan memberikan sebuah papan berisi informasi mengenai mata air dan juga peringatan agar masyarakat tetap menjaga mata air tersebut.
Kedua mata air yang telah diberi penanda tersebut berada di RW 6 dan RW 9 Kelurahan Giwangan Kecamatan Umbulharjo, dan sisanya diusahakan akan diberi penanda yang sama.
Sementara itu, Kepala Sub Bidang Pengembangan Sumber Daya Lingkungan Hidup Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta Christina Iin mengatakan, mata air di sungai tidak hanya ditemukan di Sungai Gajah Wong, tetapi juga di dua sungai lain yang mengalir di Yogyakarta yaitu Code dan Winongo.
"Mata air di Code dan Winongo sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dan sudah ada bangunan instalasi untuk mengalirkan air tersebut ke masyarakat," katanya.
Namun demikian, lanjut dia, BLH belum memiliki anggaran untuk melakukan program serupa di Sungai Gajah Wong pada 2013.
Sebelumnya, Ketua Pemerti Code Totok Pratopo mengatakan, warga di sepadan sungai mulai merawat mata air setelah melakukan pembangunan jalan setapak di sepadan sungai.
"Ada instalasi yang dibangun untuk menampung dan mengalirkan air dari mata air tersebut agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Warga pun menjadi tergantung terhadap mata air yang ada sehingga mereka memiliki kesadaran untuk merawat sumber air itu," katanya.
(E013)
