Logo Header Antaranews Jogja

Nelayan Gunung Kidul panen ikan tuna super

Jumat, 31 Mei 2013 15:53 WIB
Image Print
Nelayan Pantai Sadeng Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, panen ikan tuna super. Musim panen ikan super diperkirakan hingga Agustus 2013. Setiap ekor tuna super rata-rata 60 kilogram. (Foto ANTARA/Mamiek)

Gunung Kidul (Antara Jogja) - Nelayan Pantai Sadeng di Desa Songbanyu, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, panen ikan tuna super dengan berat 60 kilogram per ekor.

Kepala Seksi Pelabuhan Sadeng Darmadi di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan sejak tiga minggu terakhir, nelayan Pantai Sadeng telah menangkap tuna super.

"Setiap hari rata-rata 4 unit perahu nelayan Pantai Sadeng mendarat di Pelabuhan Sadeng dengan membawa 10 ton ikan hasil tangkapan. Setiap hari nelayan mendapatkan ikan tuna super dengan rata-rata berat 60 kg per ekor," kata Darmadi.

Ia mengatakan, produksi rata-rata per kapal yang pulang melaut mencapai 1 hingga 1,5 ton dengan hasil ikan berbagai macam, baik tuna super, baby tuna, cakalang, marlin dan berbagai ikan lainnya. "Terutama ikan tuna banyak didapatkan nelayan,"kata dia.

Darmadi mengatakan, harga lelang untuk ikan tuna besar diatas 25 kg perkilogramnya mencapai Rp 35.000 per kg, sementara untuk ukuran kecil Rp 12.000 hingga Rp14.000 per kg.

"Harga tersebut bisa naik, tergantung pasar, bahkan tahun kemarin untuk yang tuna super kualitas ekspor mencapai Rp60.000 per kg," katanya.

Ia mengatakan hasil produksi nelayan Pantai Sadeng akan dibawa ke Surabaya selanjutnya diekspor ke Jepang dan Eropa.

"Sudah ada pedagang yang datang mengikuti lelang selanjutnya dibawa ke Surabaya,"kata Darmadi.

Nelayan Pantai Sadeng Sidul (45) mengatalan untuk mendapatkan ikan tuna super dengan bobot diatas 25 kg nelayan harus berlayar sejauh 60 hingga 100 mil laut.

"Di laut selama 5 hari, dan hanya istirahat selama sehari di daratan,"kata dia.

Ia mengatakan panen ikan tuna diperkirakan sampai Agustus 2013. "Rata-rata perkapal mendapatkan ikan diatas 25 kg atau 10 hingga 15 ekor," katanya.

Nelayan Sadeng menggunakan kapal dengan bobot 30 grosston untuk operasional harus mengeluarkan Rp 4 juta rupiah, untuk bbm dan berbagai keperluan lainnya. Sementara, penghasilan dari penjualan ikan mencapi Rp 40 juta. Dalam sehari rata-rata 5 kapal bersandar di Pelabuhan Sadeng.

Pedagang ikan Pantai Sadeng Partini mengatakan hasil tangkapan mengalami kenaikan dibanding musim-musim penangakapan ikan hari normal.

"Ikan tuna dan cakalan mendominasi hasil tangkapan nelayan yang singgah di Pelabuhan Sadeng setiap harinya," kata Partini.

Panen ikan kali ini membuat para pedagang dan nelayan mendapatkan keuntungan yang lumayan sebab harga ikan juga tidak turun drastis saat panen berlangsung.


(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026