Logo Header Antaranews Jogja

ISI Denpasar rintis pendirian ISBI Papua

Kamis, 13 Juni 2013 10:32 WIB
Image Print
Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar,Bali (antaranews.com)

Denpasar (Antara Jogja) - Rektor Institut Seni Indonesia atau ISI Denpasar Dr Gede Arya Sugiartha mengatakan pihaknya mendapat tugas dan tanggung jawab dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk merintis pendirian Institut Seni Budaya Indonesia atau ISBI Papua.

"Upaya dan tanggung jawab itu dilakukan melalui berbagai tahapan pada 2012, baik dilakukan langsung di Papua maupun di Bali yang kini sudah mendekati rampung, dan diharapkan mulai menerima mahasiswa baru tahun ini," kata Rektor Arya Sugiartha di Denpasar, Kamis.

Ia sebelumnya sempat menerima duta seni Papua yang beranggotakan 100 seniman yang dipimpin Kasdam XVII Cendrawasih Brigjen TNI I Made Agra yang ikut ambil bagian dalam memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXV.

Proses pembangunan ISBI Papua itu masih berlanjut dalam tahun 2013, namun sudah mulai menerima mahasiswa baru. ISBI tersebut merupakan penggabungan dengan Sekolah Tinggi Seni Papua (STSP).

Arya Sugiartha menambahkan, pemerintah provinsi Papua sudah membantu lahan seluas 30 hektare untuk lokasi pembangunan ISBI.

Pembangunan ISBI Papua merupakan salah satu dari empat ISBI di Tanah Air yang dibangun pemerintah, disamping meningkatkan status empat ISI menjadi ISBI.

Tiga pembangunan ISBI lainnya masing-masing ditangani ISI Padang Panjang bertanggungjawab melaksanakan pendirian ISBI Aceh, ISI Yogyakarta merintis pendirian ISBI di Kalimantan Timur dan ISI Surakarta membangun ISI Makassar.

Empat ISI di Indonesia yang meliputi ISI Denpasar, Padang Panjang, Yogyakarta dan ISI Surakarta juga akan ditingkatkan statusnya menjadi ISBI.

Mantan Rektor ISI Denpasar Prof Dr Wayan Rai yang kini menjabat Direktur Pascasarjana ISI Denpasar menambahkan, ISI Denpasar telah memenuhi dan melakukan berbagai persyaratan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk ditingkatkan statusnya menjadi ISBI.

Persyaratan itu antara lain menyangkut SDM tenaga pengajar, fasilitas pendukung dan ketentuan lainnya sedang dalam pembahasan di Kementerian Pendidikan dan Kebuayaan.

Ia menjelaskan, dengan peningkatan status ISI menjadi ISBI Denpasar memungkinkan menambah satu Fakultas menyangkut ilmu kebudayaan.

Dengan demikian ISBI payung hukumnya menjadi lebih luas, selain selama ini mengembangkan program studi menyangkut tabuh, tari serta seni rupa dan disain, akan menambah fakultas ilmu kebudayaan.
(I006)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026