
KPU: DPT Bantul berkurang sekitar 6.000

Bantul (Antara Jogja) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan daftar pemilih tetap di daerah ini untuk Pemilu 2014 berkurang sekitar 6.000 dibanding daftar pemilih sementara hasil perbaikan.
Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang ditetapkan beberapa waktu lalu sebanyak 721.870 orang, sementara daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP) berjumlah 727.925 orang, kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul, Budhi Wiryawan, Rabu.
Menurut dia, pengurangan jumlah daftar pemilih setelah ditetapkan menjadi DPT itu dikarenakan sebelumnya setelah dilakukan verifikasi terdapat ribuan data ganda dan belasan daftar pemilih berasal dari TNI/Polri yang masih terdaftar.
"Untuk menetapkan DPT kami mengacu pada DPSHP akhir setelah mendapat masukan dan tanggapan dari masyarakat maupun laporan dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Bantul," katanya.
Ia mengatakan, DPT Pemilu Bantul yang ditetapkan dalam rapat pleno terbuka KPU Bantul yang dihadiri sejumlah unsur terkait pada Jumat (13/9 tersebut terdiri dari laki-laki 350.765 orang dan perempuan berjumlah 371.105 orang.
Namun demikian, kata dia, meskipun sudah ditetapkan jika masih ditemukan data pemilih ganda, pemilih yang belum berusia 17 tahun dan belum menikah atau data pemilih yang kurang lengkap terkait jenis kelamin dan sebagainya akan diperbaiki.
Ia mengatakan, KPU akan melakukan penyempurnaan terhadap DPT untuk menghapus data pemilih ganda dan pemilih yang belum berusia 17 tahun dengan berkoordinasi kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk mengkonfirmasi data tersebut ke lapangan.
"Jadi untuk DPT dimungkinkan masih bisa berubah, dan KPU akan melakukan perbaikan DPT hingga 11 Oktober mendatang," katanya.
Sebelumnya, Ketua Panwaslu Bantul, Supardi mengatakan pihaknya berharap DPT Pemilu 2014 yang telah ditetapkan KPU setempat datanya lebih valid dan akurat atau paling tidak mendekati sempurna.
"Dampaknya akan sangat terasa jika DPT belum valid, dan yang jelas akan berpengaruh terhadap tingkat partisipasi pemilih, karena mereka yang belum terdaftar bisa bersikap apatis karena kehilangan hak suara," katanya.
(KR-HRI)
Pewarta : Oleh Heri Sidik
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
