
Dana BSM tidak diambil menjadi tabungan siswa

Jogja (Antara Jogja) - Dana bantuan siswa miskin yang belum diambil sebagian atau seluruhnya oleh siswa akan tetap menjadi hak milik siswa karena dimasukkan dalam bentuk rekening Tabungan Tunas Peduli di Bank Pembangunan Daerah DIY.
"Setiap siswa yang memperoleh bantuan siswa miskin (BSM) sudah mendapatkan rekening tabungan. Mereka bisa mengambil seluruhnya atau menyimpannya dalam bentuk tabungan," kata Pimpinan Divisi Trisuri Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY Santoso Rohmad di Yogyakarta, Kamis.
BPD DIY yang ditunjuk untuk menyalurkan dana bantuan memberikan batas waktu hingga Kamis (19/12) untuk pencairan BSM periode Juli-Desember 2013.
Total penerima BSM di DIY tercatat sebanyak 187.865 siswa dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan sederajat dengan total dana yang disalurkan mencapai Rp93,685 miliar.
BSM tersebut diberikan kepada siswa miskin sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Dana yang diperoleh dapat digunakan untuk kebutuhan pribadi siswa seperti membeli peralatan sekolah atau uang transportasi menuju sekolah.
"Tidak ada masalah dalam pencairan dana bantuan siswa miskin di DIY. Semua bisa dilayani dengan lancar dan tidak ada kendala apapun," katanya yang menyebut proses pencairan BSM di DIY memperoleh apresiasi dari pusat.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana mengatakan, mengusulkan lebih dari 18.000 siswa penerima BSM berdasarkan kepemilikan kartu perlindungan sosial (KPS) atau dari usulan sekolah.
Dari usulan yang disampaikan tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kemudian menetapkan sebanyak 16.474 penerima di Kota Yogyakarta yang terdiri dari 8.326 siswa SD, 2.058 siswa SMP dan 6.090 siswa SMA/SMK.
Total dana bantuan yang diterima oleh siswa SD adalah Rp425.000 per siswa, siswa SMP menerima bantuan sebanyak Rp575.000 per siswa dan siswa SMA/SMK menerima bantuan sebanyak Rp700.000 per siswa.
Total dana yang disalurkan untuk lebih dari 16.000 siswa penerima BSM di Kota Yogyakarta tercatat sebanyak Rp8.704 miliar.
"Untuk tahun depan, kami belum mengetahui bagaimana kebijakan yang akan ditetapkan oleh pemerintah pusat. Harapannya, tentu ada bantuan lagi. Namun bagaimana formatnya, kami belum tahu," katanya.
(E013)
Pewarta : Oleh Eka Arifa Rusqiyati
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
