Pemkab Bantul evaluasi galian kapur tidak berizin

id galian kapur

Pemkab Bantul evaluasi galian kapur tidak berizin

Ilustrasi aktivitas penambangan batu kapur (antarafoto.com)

Bantul (Antara) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan evaluasi terhadap galian-galian kapur yang tidak berizin, menyusul kematian empat bocah akibat tenggelam di kubangan air bekas pekerjaan itu beberapa waktu lalu.

"Kami sangat berduka dan prihatin terhadap kecelakaan ini, makanya ke depan perlu dievaluasi galian-galian itu karena selama ini memang tidak ada izin," kata Bupati Bantul, Sri Suryawidati di Bantul, Selasa.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat bocah warga Beji Wetan, Desa Sendangsari Pajangan ditemukan tidak bernyawa yang diduga kuat akibat tenggelam di kubangan air bekas galian kapur wilayah setempat pada Senin (23/12) dinihari oleh warga setempat.

Bupati mengatakan, seharusnya kasus yang mengakibatkan empat bocah yang masih duduk dalam bangku sekolah dasar tersebut tidak terjadi, jika ada pengawasan dari keluarga maupun pihak terkait yang bertanggungjawab terhadap bekas galian tersebut.

"Tadi pagi saya baca koran, saya kaget kemudian saya menggelar rapat bersama SKPD terkait untuk menentukan langkah selanjutnya, seharusnya memang ada sanksi dan teguran karena galian-galian itu bisa membahayakan terutama saat hujan," katanya.

Menurut dia, selama ini pemerintah daerah (pemda) memang tidak dapat memberikan sanksi kepada pihak yang membuat bekas galian tersebut, karena galian kapur tersebut dilakukan di halaman rumah masing-masing maupun lahan milik sendiri.

"Nanti akan ada tindakan termasuk penertiban izinya, saya tadi sudah menanyakan bahwa di wilayah Pajangan itu banyak galian-galian kapur bahkan tebing-tebing yang berbahaya jika longsor, sebenarnya itu harus ada izin BLH," katanya.

Ia juga mengatakan, pihaknya juga sudah meminta para camat dan lurah terutama di wilayah yang kawasannya terdapat bukit-bukit maupun lahan kapur untuk bisa saling mengawasi dan antisipasi bahaya yang mungkin terjadi seperti kasus tersebut.

"Saya sendiri heran, kok bisa empat anak sekaligus tenggelam dalam kubangan, saya tidak tahu apakah satu anak "nyemplung" terus ada yang menolong atau bagaimana, saya dengar kedalamannya sekitar 1,5 meter," katanya.

Sementara itu, Kapolres Bantul AKBP Surawan mengatakan, pihaknya akan mempelajari keberadaan bekas galian kapur di wilayah Pajangan tersebut untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian dari sang pemilik lahan atau karena sebab lain.

"Untuk tahu ada unsur kelalaian atau tidak nanti kami akan cek dulu, namun sejauh ini kasus tersebut murni kecelakaan, kami tidak bisa saling menyalahkan," katanya.

(KR-HRI)

Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.