Mendagri: Praja IPDN membantu mempercepat pemulihan pemerintahan di Aceh

id Tito karnavian, mendagri,Bencana, Aceh tamiang, kirim praja, praja ipdn

Mendagri: Praja IPDN membantu mempercepat pemulihan pemerintahan di Aceh

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat melepas keberangkatan praja IPDN menuju Aceh di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (3/12/2025). ANTARA/HO-Kemendagri

Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengirim ratusan praja dari Institut Pendidikan Dalam Negeri atau IPDN untuk membantu mempercepat pemulihan pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Tito mengatakan bahwa praja-praja IPDN tersebut akan berfokus membersihkan dan mengaktifkan kembali kantor-kantor pemerintahan agar roda pemerintahan dapat berjalan normal.

"Kantor pemerintahan adalah jantung indikator pulihnya suatu keadaan. Kenapa? Karena di situ ada perintah, otoritas, dan pusat sumber daya," kata Tito saat melepas keberangkatan para praja IPDN di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu.

Mendagri menjelaskan keberangkatan para praja tersebut terbagi dalam tiga kloter dengan total 1.132 orang pada hari yang berbeda, yang terdiri atas 863 praja dan sisanya aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Dalam Negeri.

Mereka akan bertugas di Aceh Tamiang selama satu bulan, mulai 3 Januari hingga 3 Februari 2026.

Berdasarkan peninjauan langsung di lapangan, Tito menyampaikan bahwa kondisi pemerintahan di Aceh Tamiang belum sepenuhnya pulih.

Kantor bupati dan sejumlah kantor perangkat daerah masih dipenuhi lumpur sehingga aktivitas pemerintahan belum berjalan maksimal.

Menurut ia, pemulihan pemerintahan merupakan indikator utama kebangkitan suatu daerah pascabencana. Pemerintahan yang pulih akan menguatkan koordinasi, pengambilan keputusan, dan pelayanan publik, hingga memulihkan ekonomi yang ditandai dengan hidupnya pertokoan, pasar, dan sektor sejenis.

Setelah kantor pemerintahan kembali berfungsi, para praja IPDN akan diarahkan untuk menyasar fasilitas lainnya, seperti pertokoan hingga pelayanan pemerintahan desa.

"Nah, kita fokus kepada kantor-kantor dulu. Untuk menghidupkan pemerintahan. Kepala dinasnya biar masuk. Karena kantornya dia mau masuk gimana? Lumpur semua," katanya.

Mendagri juga mengingatkan para praja agar mempersiapkan diri dengan baik, mengingat kondisi di lapangan masih dipenuhi lumpur dan debu.

Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan serta tidak merepotkan pemerintah daerah setempat.

"Yang penting, saya titip satu, jangan merepotkan pemerintah lokal karena pemerintah lokal sudah sulit. Kita datang mau bantu, bukan membuat mereka tambah sulit," katanya.

Selain itu, Tito mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan para praja IPDN juga akan dikirimkan ke daerah lain di Aceh yang memerlukan bantuan.

"Kalau ini dalam waktu dua minggu bisa ditangani dengan baik, geser. Bisa ke Aceh Utara atau Aceh Timur," katanya.

Ia pun optimistis dengan tambahan kekuatan dari praja IPDN, TNI, Polri, kementerian/lembaga, serta dukungan berbagai pihak, pemulihan Aceh, khususnya Aceh Tamiang, dapat berlangsung lebih cepat.

"Saya sangat yakin bahwa Aceh akan pulih dengan jauh lebih cepat," ujarnya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mendagri: Praja IPDN bantu percepat pemulihan pemerintahan di Aceh

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.