
Kabupaten Magelang hidupkan musik keroncong

Magelang (Antara Jogja) - Kalangan penggemar keroncong di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, berupaya menghidupkan kembali musik tersebut, ditandai dengan pergelaran bertajuk "Gemilang Keroncong Magelang", Sabtu.
"Melalui kegiatan ini diharapkan menjadi awal untuk menghidupkan dan menumbuhkan kembali keroncong, mudah-mudahan generasi muda di daerah ini nanti menggemari musik keroncong," kata Koordinator Pergelaran 'Gemilang Keroncong Magelang' Muftiadi Utomo di Magelang, Sabtu.
Rangkaian kegiatan itu, antara lain ditandai dengan kirab sejumlah grup keroncong berasal dari sejumlah tempat, baik di Kabupaten maupun Kota Magelang, dari halaman Masjid Annur Kota Mungkid hingga Rumah Dinas Bupati Magelang. Kota Mungkid adalah ibu kota Kabupaten Magelang.
Selain itu, Parade Musik Keroncong dan Tribute to Rohani diikuti sembilan grup musik keroncong di daerah itu, performa seni oleh seniman yang tergabung dalam Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI) pimpinan Umar Chusaeni, dan melantunkan bersama-sama lagu "Bengawan Solo" dengan para pemain musiknya dalam keadaan mata ditutup kain.
Almarhum Rohani, kata Muftiadi yang juga penggemar musik keroncong itu, musisi dan komponis lagu-lagu keroncong seangkatan dengan Gesang. Rohani selama hidupnya tinggal di Muntilan.
"Mungkin sekitar 500 lagu keroncong telah diciptakannya, antara lain 'Fajar Indah', 'Purnama Sidi', 'Magelang Gemilang', 'Kopi Gula Jawa'," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang Dian Setya Dharma menyambut positif upaya penggemar keroncong dalam menghidupkan kembali musik dengan irama itu, melalui wadah Komunitas Keroncong Magelang.
"Keroncong itu musik yang nikmat dan perlu dilestarikan sebagai bagian pembangunan seni budaya di Kabupaten Magelang ini," katanya.
Parade musik keroncong yang bertepatan dengan HUT Ke-30 Kota Mungkid pada 22 Maret 2014 itu, diikuti sembilan grup, yakni bernama Orkes Keroncong "Suara Karya", "Dian Irama", "Bakti", "Putra Kasih", "Perca", "Suko Rukun", "Dewa-Dewa", "Sutet", dan "Cempaka".
"Para juara dan penyaji vokal terbaik mendapatkan, antara lain piagam, tropi, dan uang pembinaan. Tunjukkab kemampuan dan kualitas," katanya.
(M029)
Pewarta : Oleh M. Hari Atmoko
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
