
Dekranasda siap bantu pasarkan kerajinan Kulon Progo

Kulon Progo (Antara Jogja) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan membantu perajin di wilayah ini dalam memasarkan produk kerajinannya baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri.
Ketua Dekranasda Kulon Progo Dwikisworo Setyowireni di Kulon Progo, Senin, mengatakan bahwa dirinya pada hari Sabtu (22/3) mengunjungi beberapa perajin, antara lain perajin Batik Sembung di Gulurejo Lendah, perajin tas di Demangrejo Lendah, dan perajin sandal di Sentolo.
"Kami berharap perajin Kulon Progo makin meningkatkan kreasi-kreasi agar produk tersebut dapat diterima masyarakat luas," kata Dwikisworo.
Selain membantu memasarkan prodik, kata Dwikisworo, Dekranasda Kulon Progo akan melakukan pembinaan, pengembangan, dan menggali permasalahan yang dihadapi perajin di daerah ini.
"Perajin sangat membutuhkan pembinaan dan pendampingan supaya pemasarannya cepat berkembang," katanya.
Perajin Batik Sembung Sugirin mengatakan bahwa dirinya memulai usaha sebagai perajin batik dengan modal Rp2,5 juta. Dengan berbagai pameran dan jaringan usahanya berkembang.
Usaha batik, kata Sugirin, juga makin pesat berkembang setelah Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mencanangkan Batik Geblek Renteng untuk mengangkat batik lokal, keterlibatan Dekranasda Kulon Progo dalam mempromosikan produk.
Ia mengatakan bahwa batik produksinya tidak hanya dari lokal, tetapi juga pesanan dari luar Pulau Jawa, seperti Kalimantan dan Sumatra, bahkan turis asing sering berkunjung ke galeri dan tempat pembuatan batik.
Perajin Tas Edi Yulianto mengatakan bahwa usaha tas miliknya dimulai dari nol, bahkan pada awalnya usahanya tersendat-sendat karena keterbatasan sarana dan modal.
Setelah ada perhatian dan bantuan dari Pemkab Kulon Progo dalam hal ini Dinas Perindag ESDM dan Dekranasda, saat ini sudah bisa berproduksi dan mulai mendapatkan pesanan.
Selain membuat tas, Edi juga membuat jaket kulit, dompet telepon genggam, dan topi kulit. Harga tas antara Rp 45 ribu--Rp150 ribu, sedangkan untuk jaket kulit antara Rp1 juta--Rp1,5 juta.
"Untuk kualitas, kami berani bersaing," kata dia.
(KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
