201 pelajar Sleman ikuti seleksi paskibraka

id 201 pelajar sleman

201 pelajar Sleman ikuti seleksi paskibraka

Paskibraka (triokasetiawan.wordpress)

Sleman (Antara Jogja) - Tercatat 201 pelajar kelas X dan XI SMA/SMK/MA negeri maupun swasta yang lolos seleksi tingkat wilayah mengikuti pemilihan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Sebelumnya total peserta tingkat wilayah Timur, Tengah dan Barat yang mengikuti seleksi sebanyak 500 pelajar," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga Kabupaten Sleman Arif Haryono, Senin.

Menurut dia, seleksi ini nantinya akan memilih empat orang peserta putra dan empat orang peserta putri untuk dikirim wakil pemilihan calon Paskibraka tingkat nasional dengan target salah satu calon dapat lolos ke tingkat nasional.

"Selain itu juga memilih 18 orang putra dan 18 orang putri untuk dilatih menjadi Paskibraka Kabupaten Sleman dengan cadangan masing-masing tiga putra dan tiga putri," katanya.

Ia mengatakan, pemilihan akan dilakukan selama hingga 16 April dengan materi tes tertulis, tes kesehatan dan postur tubuh, tes kesamaptaan jasmani, tes ketrampilan baris berbaris.

"Sedangkan tes wawancara meliputi mental dan ideologi, kepribadian, pengetahuan umum dan kedaerahan serta ketrampilan khusus meliputi penguasaan Bahasa Inggris, seni budaya dan olah raga serta teknologi informasi," katanya.

Sekda Kabupaten Sleman Sunartono mengatakan seleksi calon anggota Paskibraka Sleman ini merupakan upaya pengkaderan anggota Paskibraka dalam mewujudkan generasi yang berwawasan kebangsaan.

"Melalui aktivitas seleksi ini berupaya untuk menanamkan jiwa perjuangan, disiplin dan ksatria. Oleh karenanya hanya siswa-siswi yang memenuhi syarat, yang� terpilih dalam melaksanakan tugas kenegaraan sebagai pengibar dan penurun bendera Merah Putih, dalam rangkaian peringatan HUT RI di Kabupaten Sleman," katanya.

(V001)

Pewarta :
Editor: Regina Safrie
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.