Logo Header Antaranews Jogja

Atasi stunting di Yogya, Eko Suwanto perjuangkan Rp120 juta per kelurahan

Sabtu, 17 Januari 2026 09:08 WIB
Image Print
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto (istimewa)

Yogyakarta (ANTARA) - Anggota DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Kota Yogyakarta yang juga menjabat Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menyebut alokasi BKK Dana Keistimewaan untuk program penanganan stunting di Kota Yogyakarta pada tahun 2026 meningkat dari Rp100 juta pada 2025 menjadi Rp120 juta untuk setiap kalurahan/kelurahan.

Hal tersebut disampaikan Eko Suwanto yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta dalam kegiatan FGD Strategi Atasi Stunting yang digelar pada Kamis, 15 Januari 2026.

"PDI Perjuangan berkomitmen penuh untuk mendorong kebijakan pembangunan benar-benar dialokasikan untuk program pro rakyat, termasuk penurunan angka stunting. Selamat, ini semua berkat kerja keras ibu dan bapak semuanya," kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY.

Eko Suwanto menjelaskan, untuk mendukung program pro rakyat di tingkat kelurahan, telah ada Perda Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pemajuan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan dan Kelurahan serta Perdais Nomor 1 Tahun 2024 tentang Kelembagaan.

Untuk itu, menurutnya, penguatan kelembagaan di tingkat kalurahan/kelurahan harus segera dilakukan.

"Penguatan kelembagaan di tingkat kelurahan ini mutlak wajib dilakukan, salah satunya dengan mendorong segera dilakukan perubahan Perda Perangkat Daerah di Kota Yogya," ujarnya.

Ke depan, lanjut Eko Suwanto, perlu segera dibentuk kelurahan sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tujuannya agar APBD DIY, khususnya Dana Keistimewaan, dapat dialokasikan secara maksimal di tingkat kelurahan melalui BKK Kota Yogyakarta.

"Selama ini lurah dan jajaran sebagai unsur staf kemantren (kecamatan) memiliki keterbatasan kewenangan dalam mengelola anggaran di kelurahan," kata alumni MEP UGM tersebut.

Sementara itu, Kurniawan selaku Paniradya Keistimewaan DIY mengapresiasi kinerja lurah dan perangkat di Kota Yogyakarta dalam pelaksanaan serta pelaporan kegiatan penanganan stunting yang pada tahun 2025 telah dialokasikan sebesar Rp100 juta.

"Terima kasih atas dedikasi dan disiplin menjalankan program pemberdayaan masyarakat. Hasilnya angka stunting turun di Kota Yogyakarta. Selamat atas kerja keras bapak ibu lurah juga tim pendamping sehingga prevalensi stunting menurun signifikan," kata Kurniawan.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Aan Iswanti.

Ia menyebut penurunan angka stunting tidak lepas dari kerja kompak tim pendamping keluarga bersama lurah di masing-masing kemantren.

"Kita rutin mendampingi dan melakukan intervensi kasus stunting serta ibu hamil yang mengalami anemia. Alhamdulillah angka stunting di Yogyakarta turun dari 12 persen menjadi 8,6 persen. Ini hasil kerja kita semua," ujar Aan Iswanti. (*)



Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026