
DPT Gunung Kidul bertambah 5.989 pemilih

Gunung Kidul (Antara Jogja) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menetapkan daftar pemilih tetap untuk Pemilihan Umum Presiden 2014 yakni 597.598 pemilih atau mengalami kenaikan 5.989 pemilih dari Pemilu Legislatif 591.600 pemilih.
Ketua KPU Gunung Kidul Muh Zaenuri Ikhsan di Gunung Kidul, Senin, mengatakan penambahan jumlah pemilih pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 karena bertambahnya jumlah pemilih pemula di wilayah ini.
"Penambahan jumlah pemilih pemula sebanyak 6.000 pemilih dibandingkan penambahan karena belum terdaftar," kata Zaenuri.
Selain itu, ia mengatakan penambahan DPT juga berasal dari pemutakhiran data Pileg 9 April, terutama pemilih yang tidak memenuhi syarat, masih aktif di TNI/Polri, meninggal dunia, dan pindah domisili.
"Sebelum pemutakhiran data, jumlah pemilih mengalami tambahan sekitar 12 ribu. Setalah di validasi panitia pemungutan suara (PPS) jumlahnya hanya bertambah 5.989 pemilih," kata dia.
Zaenuri mengatakan sebelum proses pemutakhiran baik PPS dan PPK, hasil jumlah pemilih yang ditetapkan bertambah, dari awalnya 597.233 pemilih menjadi 597.598 pemilih.
"Kami bersama Panwaslu Gunung Kidul melakukan pemutakhiran data ulang, dan meminimalisir kesalahan daftar pemilih ini," katanya.
Sampai KPU Kabupaten Gunung Kidul menetapkan DPT Pilres, tim pemenangan masing-masing pasangan baik Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK tidak ada yang menyatakan keberatan atas data tersebut.
Apabila masih ada masyarakat Kabupaten Gunung Kidul belum terdaftar dalam DPT akan masuk pada DPT tambahan atau daftar pemilik khusus (DPK).
"Mekanismenya sama seperti Pileg, masyarakat datang ke PPS yang berada di desa membawa kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu kelauarga (KK)," kata Zaenuri.
Divisi Pengawasan Panwaslu Gunung Kidul Budi Haryanto mengatakan masih menunggu daftar "by name" untuk dicermati. "Kami masih menunggu DPT berdasarkan nama dari KPU Kabupaten Gunung Kidul," katanya.
Dia berharap, tim pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden mencermati DPT yang ditetapkan KPU.
"Pencermatan ini mengurangi kisruh berkaitan dengan DPT. Sebab, besar kemungkinan DPT digunakan untuk menggugat hasil pemilu," kata Budi.
Pada Pilres 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan capres dan cawapres yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo- Jusuf Kalla.
(KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
