Sleman (Antara Jogja) - Sebuah pesawat terbang carter asal Saudi Arabia, Rabu siang diduga akan melintasi wilayah udara Indonesia tanpa izin, sehingga sempat dilakukan antisipasi dengan persiapan memaksa mendarat di Landasan Udara TNI AU Adisutjipto Yogyakarta.
Komandan Pangkalan Udara TNI AU Adisutjipto Yogyakarta Marsekal Pertama Sutanandika mengatakan guna mencegah hal yang tidak diinginkan, operasi penyergapan dan penangkapan langsung disiapkan di Lanud TNI AU Adisutjipto, Yogyakarta. "Pesawat yang teridentifikasi jenis Gluf Stream milik Saudi Airline itu sedang mendarat di Singapura," katanya.
Ia mengatakan pesawat yang ditumpangi keluarga Kerajaan Saudi Arabia tersebut diduga akan melintasi wilayah penerbangan Indonesia tanpa izin untuk menuju Darwin, Australia. "Mereka tidak bisa menunjukkan nomor `Flight Clearance` dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan," katanya.
Sutanandika mengatakan pesawat tersebut dikhawatirkan akan nekat terbang melintasi wilayah Indonesia tanpa izin sehingga berbagai prosedur penyergapan dan penangkapan disiapkan.
"Sejumlah pesawat jet sudah disiapkan untuk menghadang pesawat tersebut dan akan dipaksa mendarat di Lanud Adisutjipto Yogyakarta atau Lanud Adisumarmo, Solo, Jawa Tengah," katanya.
Namun sebelum proses penerbangan dilakukan pihak awak pesawat milik Saudi Arabia tersebut sudah bersedia mengakui kesalahan dan menyatakan belum sempat mengurus "Flight Clearance".
"Mereka diberi waktu untuk mengurus izin sebelum diizinkan terbang melintasi wilayah penerbangan Indonesia," katanya.
Kesediaan tersebut, kata dia, merupakan hal yang positif dan perkembangan baik dalam pengakuan kedaulatan wilayah udara Indonesia oleh pihak asing. "Selama ini kedaulatan tersebut sering dilanggar oleh pihak asing akibat lemahnya perangkat hukum di tanah air," katanya.
(V001)
