
Asmindo minta pemerintah proteksi pengrajin hadapi MEA

Jogja (Antara Jogja) - Asosiasi Industri Kerajinan dan Permebelan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta meminta pemerintah memproteksi pengrajin lokal dalam menghadapi implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.
"Misalnya dengan menerbitkan regulasi yang memberikan porsi lebih besar bagi penggunaan produk lokal," kata Wakil Ketua Asosiasi Industri Kerajinan dan Permebelan Indonesia (Asmindo) DIY, Endro Wardoyo di Yogyakarta, Selasa.
Menurut dia, pemerintah, menjelang pelaksanaan MEA 2015 perlu menerbitkan pemerintah daerah (perda) yang menekankan penggunaan produk lokal khsusunya untuk perhotelan, maupun bisnis properti lainnya yang ada di DIY.
"Di tengah membanjirnya produk impor, pemerintah perlu mewajibkan penggunaan produk lokal 30-40 persen bagi pembangunan hotel atau apartemen," kata dia.
Selain itu, Endro menilai sosialisasi mengenai persiapan, konsekuensi maupun keuntungan saat memasuki MEA belum maksimal dilakukan oleh pemerintah kepada kalangan pengusaha di DIY, padahal tantangan itu akan segera dihadapi pada 2015.
"Banyak pengusaha yang kalau ditanya mengenai MEA, sampai sekarang mengatakan belum tahu atau belum paham," kata dia.
Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, Wawan Harmawan menilai Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperas(Disperindagkop) setempat selain melakukan sosialisasi, juga perlu mendorong adanya pelatihan penguatan usaha melalui balai latihan kerja (BLK) bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM).
"Perlu ada pelatihan-pelatihan bagi pengusaha termasuk menanamkan disiplin kerja dalam membangun usaha," kata dia.
(KR-LQH)
Pewarta : Oleh Luqman Hakim
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
